Ragam

Jembatan Rancagoong, Saksi Bisu Sejarah Jalur KA Bandung–Ciwidey

×

Jembatan Rancagoong, Saksi Bisu Sejarah Jalur KA Bandung–Ciwidey

Sebarkan artikel ini
Jembatan Rancagoong

BANDUNG, TINTAHIJAU.com – Jembatan Rancagoong merupakan jembatan kereta api nonaktif yang berada di wilayah Sukajadi, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung. Jembatan ini menjadi bagian penting dari sejarah jalur kereta api Bandung–Ciwidey yang beroperasi sejak era kolonial.

Dibangun pada 1922 dan rampung dua tahun kemudian, Jembatan Rancagoong memiliki panjang total 150 meter. Struktur jembatan terdiri atas beton sepanjang 90 meter dan rangka baja sepanjang 60 meter. Keunikan jembatan ini terletak pada penggunaan beton sebagai struktur utama, sesuatu yang tergolong jarang ditemui pada jembatan kereta api di luar kawasan perkotaan pada masanya.

Rangka baja yang digunakan pada jembatan tersebut diketahui berasal dari bekas jembatan kereta api di atas Sungai Citarum, Karawang. Rangka tersebut kemudian dimanfaatkan kembali karena mahalnya harga besi pasca Perang Dunia Pertama.

Jalur kereta api Bandung–Ciwidey sendiri resmi ditutup pada 1982 seiring menurunnya sarana prasarana serta kalah bersaing dengan moda transportasi kendaraan pribadi. Meski sudah lama tidak difungsikan sebagai jalur kereta api, Jembatan Rancagoong hingga kini masih berdiri kokoh dan dimanfaatkan sebagai jalur alternatif bagi pengendara sepeda motor.

Selain memiliki nilai historis, jembatan ini juga pernah menjadi lokasi syuting film Oeroeg. Film tersebut menggambarkan persahabatan antara pribumi dan tentara KNIL dengan latar jembatan dalam kondisi nonaktif, menambah nilai budaya dari keberadaan Jembatan Rancagoong.