Ragam

Kemenkes Sebut Lonjakan Kasus DBD di Indonesia Mencemaskan

×

Kemenkes Sebut Lonjakan Kasus DBD di Indonesia Mencemaskan

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, TINTAHIJAU.com – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia telah merilis data terbaru mengenai kasus demam berdarah dengue (DBD) yang patut menjadi perhatian serius bagi masyarakat. Angka kasus DBD terus meningkat secara signifikan di Tanah Air, mencapai angka yang mencemaskan.

Menurut laporan yang dikeluarkan oleh Kemenkes, angka kasus DBD telah mencapai angka yang mengkhawatirkan, mencapai 88 ribu kasus. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, dalam siaran persnya pada Jumat (3/5/2024). Tak hanya itu, jumlah kematian akibat DBD juga mencapai 621 kematian.

Perbandingan dengan data tahun sebelumnya juga menunjukkan peningkatan yang mencolok. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, jumlah kasus DBD hanya sebanyak 28.579 kasus dengan 209 kematian. Lonjakan angka kasus dan kematian DBD menjadi sorotan utama dalam upaya penanganan penyakit ini.

Berikut adalah rincian data terkait lima kabupaten atau kota dengan kasus DBD tertinggi tahun 2024:

  1. Kota Bandung: 3.468 kasus
  2. Kabupaten Tangerang: 2.540 kasus
  3. Kota Bogor: 1.944 kasus
  4. Kota Kendari: 1.659 kasus
  5. Kabupaten Bandung Barat: 1.576 kasus

Sementara itu, lima kabupaten atau kota dengan jumlah kematian akibat DBD tertinggi tahun 2024 adalah:

  1. Kabupaten Bandung: 29 kematian
  2. Kabupaten Jepara: 21 kematian
  3. Kota Bekasi: 19 kematian
  4. Kabupaten Subang: 18 kematian
  5. Kabupaten Kendal: 17 kematian

Dalam upaya pencegahan, beberapa langkah telah dilakukan oleh pihak terkait, termasuk penyemprotan insektisida (fogging) di berbagai wilayah. Namun demikian, peran serta masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan pola hidup sehat juga sangat diperlukan dalam memerangi penyebaran DBD.

Kasus DBD yang terus meningkat menjadi peringatan bagi semua pihak untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya upaya pencegahan dan penanganan penyakit ini. Kemenkes dan pemerintah daerah perlu terus bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mengatasi masalah kesehatan ini demi kesejahteraan masyarakat.