Ragam

Kenali Bahaya Overdosis Gula untuk Kesehatan yang Lebih Baik

×

Kenali Bahaya Overdosis Gula untuk Kesehatan yang Lebih Baik

Sebarkan artikel ini

SUBANG, TINTAHIJAU.com – Gula, dalam segala bentuknya, telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Mulai dari gula pasir hingga gula yang terkandung dalam makanan dan minuman yang kita konsumsi setiap hari, gula memang menjadi salah satu sumber energi penting bagi tubuh. Namun, tahukah Anda bahwa konsumsi gula yang berlebihan bisa membawa dampak buruk bagi kesehatan?

Sebagian besar dari kita mungkin sudah mengetahui bahwa gula merupakan sumber karbohidrat yang memberikan energi pada tubuh. Otak dan organ-organ kita membutuhkan glukosa, hasil dari pemecahan gula, sebagai sumber energi. Namun, konsumsi gula yang berlebihan tidak hanya akan memberikan energi berlebih, tapi juga membawa sejumlah masalah kesehatan yang serius.

Menurut rekomendasi dari Kementerian Kesehatan RI, batas maksimum konsumsi gula per hari adalah sekitar 10 persen dari total energi yang kita butuhkan, yakni sekitar 200 kkal. Melebihi batas ini dapat meningkatkan risiko terkena berbagai penyakit, seperti diabetes, tekanan darah tinggi, dan masalah kardiovaskular.

Tanda-tanda overdosis gula pada tubuh sebenarnya cukup mudah untuk dikenali. Salah satunya adalah perasaan mudah lelah. Gula yang tinggi dalam darah bisa mengganggu kemampuan tubuh untuk mengolahnya menjadi energi, sehingga tubuh akan terasa lemas dan cepat lelah.

Tidak hanya itu, overdosis gula juga bisa mempengaruhi kesehatan mata. Kadar gula darah yang tinggi dapat menyebabkan pembengkakan lensa di mata, yang membuat penglihatan menjadi buram dan sulit fokus. Selain itu, seringnya mengalami sakit kepala juga menjadi tanda bahwa kadar gula dalam tubuh sudah melewati batas normal.

Sering haus dan buang air kecil juga merupakan tanda lain dari overdosis gula. Penumpukan gula dalam darah membuat ginjal bekerja lebih keras untuk menyaringnya, sehingga tubuh akan merasa haus dan frekuensi buang air kecil meningkat.

Tidak hanya itu, kelebihan gula dalam tubuh juga dapat menyebabkan perubahan warna kulit, biasanya menjadi lebih gelap terutama di lipatan leher. Perubahan warna kulit ini bisa menjadi tanda resistensi insulin dalam tubuh, yang merupakan kondisi umum pada penderita diabetes tipe 2.

Selain itu, sensasi kesemutan atau mati rasa di kaki dan tangan juga bisa menjadi tanda overdosis gula. Gula darah yang tinggi dapat menyebabkan kerusakan saraf, yang kemudian menimbulkan gejala kesemutan pada bagian tubuh tertentu.

Dan yang terakhir, masalah pada gusi juga bisa menjadi indikasi bahwa kadar gula dalam tubuh sudah tidak terkontrol. Penyakit gusi bisa menjadi lebih sulit dikendalikan pada penderita diabetes, karena respons tubuh terhadap infeksi membuat kadar gula dalam air liur meningkat, yang kemudian menyebabkan masalah pada gusi seperti perdarahan atau bahkan kerusakan pada gusi itu sendiri.

Melihat sejumlah tanda dan risiko yang ditimbulkan oleh overdosis gula, penting bagi kita untuk lebih memperhatikan pola makan dan mengatur konsumsi gula dengan bijak.

Mengurangi konsumsi gula bukan hanya baik untuk kesehatan jangka panjang, tapi juga membantu mencegah risiko terkena berbagai penyakit yang dapat mengganggu kualitas hidup kita.

Oleh karena itu, mulailah untuk mengenali tanda-tanda overdosis gula dan berpikir dua kali sebelum mengonsumsi makanan atau minuman manis secara berlebihan. Kesehatan Anda, tanggung jawab Anda!