Ragam

Kenali Penyebab Saraf Kejepit di Usia Muda, Jangan Anggap Sepele!

×

Kenali Penyebab Saraf Kejepit di Usia Muda, Jangan Anggap Sepele!

Sebarkan artikel ini
Nyeri pinggang terutama saat duduk bisa jadi gejala bati ginjal (Foto: Getty Images/iStockphoto/kitzcorner)

JAKARTA, TINTAHIJAU.com — Saraf kejepit atau hernia nukleus pulposus (HNP) sering kali dianggap sebagai masalah yang hanya menyerang orang lanjut usia. Namun, fenomena saat ini menunjukkan semakin banyak anak muda yang mengalami kondisi serupa. Pola hidup dan kebiasaan sehari-hari yang terlihat sederhana ternyata dapat menjadi penyebab utama terjadinya saraf kejepit di usia muda.

1. Duduk Terlalu Lama dengan Postur yang Salah

Kebiasaan duduk lama, terutama dengan posisi yang tidak ergonomis seperti membungkuk, menyilangkan kaki, atau menunduk, dapat memberikan tekanan berlebihan pada tulang belakang. Tekanan ini menyebabkan pergeseran cakram tulang belakang (diskus) sehingga berpotensi menjepit saraf di sekitarnya.
Penelitian dalam Journal of Physical Therapy Science (2016) menemukan bahwa postur duduk yang buruk secara signifikan meningkatkan risiko herniasi diskus dan saraf kejepit.

2. Kurangnya Aktivitas Fisik

Gaya hidup sedentari atau minim pergerakan membuat otot penyangga tulang belakang menjadi lemah. Akibatnya, tubuh tidak mendapatkan dukungan optimal sehingga risiko cedera dan penekanan saraf meningkat.
European Spine Journal (2011) menyebutkan bahwa kurangnya aktivitas fisik terkait erat dengan kelemahan otot inti dan ketidakseimbangan postur tubuh.

3. Olahraga Tanpa Teknik yang Tepat

Olahraga memang bermanfaat, namun jika dilakukan tanpa pemanasan, beban yang berlebihan, atau teknik gerakan yang salah justru dapat menimbulkan cedera. Gerakan angkat berat atau memutar tubuh secara tiba-tiba merupakan contoh pemicu saraf kejepit yang sering terjadi pada anak muda yang aktif berolahraga.

4. Obesitas

Berat badan berlebih meningkatkan beban pada tulang belakang, terutama bagian punggung bawah (lumbar). Beban tambahan ini dapat memperbesar risiko penekanan pada saraf tulang belakang.
Menurut Spine Journal (2004), obesitas secara langsung berkaitan dengan peningkatan risiko herniasi diskus dan penyakit degeneratif tulang belakang.

5. Gerakan Berulang

Kegiatan yang melibatkan gerakan berulang, seperti mengetik, mengangkat barang, atau membungkuk terus-menerus dapat menyebabkan peradangan pada otot dan jaringan sekitarnya. Kondisi ini pada akhirnya bisa menjepit saraf, memicu rasa nyeri, kram, hingga kelemahan otot.

Saraf kejepit di usia muda bukanlah hal yang jarang terjadi. Kebiasaan sehari-hari seperti duduk dengan postur buruk, kurang bergerak, olahraga yang salah, obesitas, dan gerakan berulang dapat meningkatkan risiko terjadinya kondisi ini. Mengubah gaya hidup menjadi lebih aktif, menjaga berat badan ideal, serta memperhatikan postur tubuh merupakan langkah penting untuk mencegah saraf kejepit sejak dini.