SUBANG, TINTAHIJAU.com – Pada tahun 1970, Gary Anderson, mahasiswa arsitektur berusia 23 tahun dari University of Southern California, merancang logo daur ulang ikonik sebagai bagian dari kontes yang diselenggarakan oleh Container Corporation of America.
Logo ini, yang melambangkan proses daur ulang dengan tiga panah yang saling mengejar, dengan cepat menjadi simbol global kesadaran lingkungan.
Desain Anderson tidak hanya menandai momen penting dalam gerakan lingkungan, tetapi juga menunjukkan kekuatan desain grafis sederhana dan jelas untuk menyampaikan pesan universal.

Kisah di Balik Desain
Gary Anderson, dengan usianya yang masih muda, mempersembahkan desainnya dalam kontes yang diadakan oleh Container Corporation of America. Desainnya, yang terdiri dari tiga panah yang saling mengejar, merepresentasikan siklus daur ulang yang berkelanjutan. Desainnya yang sederhana namun efektif berhasil menarik perhatian dan menginspirasi banyak orang di seluruh dunia.
Simbol Kesadaran Lingkungan
Logo daur ulang buatan Anderson segera menjadi ikon dalam gerakan pelestarian lingkungan. Tiga panah yang saling mengejar melambangkan ide bahwa barang-barang yang dibuang dapat diubah kembali menjadi sumber daya baru melalui proses daur ulang. Logo ini dengan cepat diadopsi oleh berbagai organisasi dan pemerintah di seluruh dunia sebagai simbol kesadaran lingkungan dan pentingnya daur ulang.
Kekuatan Desain Sederhana
Desain grafis Anderson menyoroti kekuatan desain yang sederhana namun efektif dalam menyampaikan pesan yang kuat. Dengan hanya menggunakan tiga panah yang saling mengejar, desain tersebut mampu menggambarkan konsep daur ulang secara jelas dan langsung kepada semua orang tanpa kata-kata yang rumit.
Desain ikonik Gary Anderson untuk logo daur ulang telah membawa dampak yang signifikan dalam kesadaran lingkungan global. Dengan simbol sederhana namun kuat, Anderson mengajarkan kita bahwa desain grafis dapat menjadi alat yang efektif dalam menyebarkan pesan penting tentang pelestarian lingkungan.