Ragam

Latihan Beban Ternyata Tak Sekadar untuk Otot, tapi juga Otak

×

Latihan Beban Ternyata Tak Sekadar untuk Otot, tapi juga Otak

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, TINTAHIJAU.com – Sebuah pernyataan kontroversial yang viral di media sosial menyebut bahwa latihan beban adalah olahraga paling bodoh. Klaim tersebut segera menuai perdebatan publik, terutama karena menyangkut hubungan antara aktivitas fisik dan kecerdasan seseorang.

Namun, berbagai penelitian ilmiah justru menunjukkan hal sebaliknya. Latihan beban tidak hanya bermanfaat bagi kekuatan dan bentuk tubuh, tetapi juga memberikan dampak positif yang signifikan terhadap kesehatan otak. Aktivitas fisik ini terbukti mendukung peningkatan fungsi kognitif, seperti daya ingat yang lebih tajam, kemampuan belajar yang lebih baik, hingga pemikiran yang lebih efisien.

Sebuah studi yang dipublikasikan dalam British Journal of Sports Medicine mengungkap bahwa latihan beban meningkatkan aliran darah ke otak. Kondisi ini membantu menyehatkan sel-sel otak dan mendorong produksi faktor pertumbuhan—senyawa penting yang berperan dalam pembentukan serta pemeliharaan koneksi saraf baru.

Selain itu, latihan beban juga merangsang pelepasan endorfin, hormon yang dikenal mampu memperbaiki suasana hati, mengurangi stres dan kecemasan, serta mendukung kesehatan mental secara menyeluruh. Efek ini tentu memperkuat ketahanan mental dan menjaga fungsi otak tetap optimal.

Tidak kalah penting, latihan ini juga menantang sistem saraf melalui gerakan-gerakan yang membutuhkan koordinasi dan kontrol motorik yang baik. Stimulasi tersebut menjadikan otak tetap aktif dan terlatih, bahkan hingga usia lanjut. Artinya, latihan beban bukan hanya cocok bagi kalangan muda atau atlet, melainkan bisa bermanfaat sepanjang usia kehidupan.

Dengan temuan ini, mitos yang menyebut latihan beban sebagai olahraga “bodoh” terbantahkan. Sebaliknya, aktivitas ini dapat menjadi salah satu cara cerdas untuk menjaga tubuh dan pikiran tetap sehat dan tajam.