BANDUNG, TINTAHIJAU.com – Kepergian Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno pada Senin (2/3/2026), meninggalkan duka mendalam bagi bangsa. Namun, di balik sosok militer dan negarawan tersebut, tersimpan warisan intelektual yang terus hidup di kaki Gunung Manglayang, Cibiru, Bandung, yakni Lembaga Pendidikan Krida Nusantara.
Didirikan sebagai wujud pengabdian tanpa henti di bidang pendidikan, Krida Nusantara merupakan institusi unggulan yang digagas langsung oleh almarhum. Lembaga ini dikenal luas melalui konsep boarding school atau sekolah berasrama yang menerapkan pendekatan disiplin semi-militer guna mencetak calon-calon pemimpin masa depan.
Sinergi IPTEK dan IMTAQ
Visi utama yang ditanamkan Try Sutrisno dalam lembaga ini adalah penggabungan tiga pilar krusial: Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK), Iman dan Taqwa (IMTAQ), serta karya nyata. Melalui fondasi ini, Krida Nusantara berkomitmen membentuk karakter siswa yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, kemandirian, religiusitas, dan jiwa nasionalisme yang tinggi.
Salah satu unit paling populer di bawah naungan yayasan ini adalah SMA Terpadu Krida Nusantara. Sekolah ini menjadi destinasi favorit bagi pelajar dari seluruh penjuru tanah air, terutama mereka yang bercita-cita melanjutkan pengabdian ke Akademi Militer (Akmil) maupun Akademi Kepolisian (Akpol).
Ekosistem Pendidikan yang Komprehensif
Selain jenjang menengah atas, Yayasan Krida Nusantara juga membina tunas bangsa sejak usia dini melalui beberapa unit pendidikan, antara lain:
- TK Tunas Krida Nusantara
- SD Terpadu Krida Nusantara
Dalam pengelolaannya, Yayasan Krida Nusantara berada di bawah pembinaan istri almarhum, Ibu Tuti Try Sutrisno. Guna memperkuat kurikulum bela negara, lembaga ini juga menjalin kerja sama strategis dengan Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI untuk memberikan pelatihan kader yang tangguh dan cinta tanah air.
Fasilitas di Kaki Gunung Manglayang
Berlokasi di lingkungan yang asri di kawasan Cibiru, Bandung, sekolah ini dilengkapi dengan fasilitas asrama yang representatif dan mendukung suasana belajar yang kondusif. Lingkungan pegunungan dipilih untuk memberikan ruang bagi para siswa dalam menempa fisik dan mental di tengah alam.
Kepergian Jenderal Try Sutrisno memang menjadi kehilangan besar bagi Indonesia, namun semangatnya dipastikan akan terus mengalir melalui ribuan alumni Krida Nusantara yang kini telah berkiprah di berbagai lini kepemimpinan nasional. Penetapan Hari Berkabung Nasional hingga 4 Maret mendatang menjadi momen refleksi atas jasa-jasanya, termasuk dedikasinya dalam membangun pilar pendidikan bangsa ini.





