Ragam

Libatkan 90 Persen Warga Lokal, Dapur MBG SPPG Cisalak Subang Resmi Dibangun

×

Libatkan 90 Persen Warga Lokal, Dapur MBG SPPG Cisalak Subang Resmi Dibangun

Sebarkan artikel ini

SUBANG, TINTAHIJAU.COM- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Subang terus dipercepat. Salah satu langkah strategis terbaru ditandai dengan dimulainya pembangunan Dapur MBG SPPG Cisalak 01 di Desa Cisalak, Kecamatan Cisalak.

Pembangunan ini diinisiasi Yayasan Saramoe Rasa Nusantara sebagai mitra Badan Gizi Nasional (BGN), sekaligus menjawab kebutuhan wilayah yang selama ini belum memiliki satu pun dapur MBG aktif, meski berada di pusat kecamatan.

Peletakan batu pertama dilakukan Sabtu pagi (17/1/2026) oleh Owner Dapur MBG SPPG Cisalak 01, Bidan Tety Asriyanti, bersama Camat Cisalak, Kepala Desa Cisalak, ketua RW dan RT, Karang Taruna, serta tokoh kasepuhan setempat.

Dalam sambutannya, Bidan Tety menegaskan bahwa dapur MBG tidak boleh hanya menjadi bangunan fisik, tetapi harus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Saya bersyukur dipercaya kembali bekerja bersama masyarakat Cisalak. Dapur ini harus memberi dampak positif sebesar-besarnya, bukan hanya untuk program, tapi untuk kehidupan warga,” tegasnya.

Camat: Harus Jadi Dapur Percontohan Kecamatan
Camat Cisalak menyebut keberadaan dapur MBG di pusat kecamatan memiliki nilai strategis dan harus menjadi role model bagi wilayah lain.

“Ini berada di jantung Kecamatan Cisalak. Artinya harus jadi dapur percontohan—pelayanannya optimal, pengelolaannya rapi, dan kualitas gizinya terjaga. Keterlibatan pemerintah sejak awal pembangunan juga penting agar standar pelayanan bisa langsung maksimal,” ujarnya.

Ia berharap SPPG Cisalak 01 mampu menjadi pemicu lahirnya dapur-dapur MBG berkualitas lain di seluruh wilayah kecamatan.

Pembangunan dapur MBG ini dikerjakan konsultan konstruksi TNR bersama Tukang INCR. Direktur TNR, Niko Rinaldo, menyampaikan bahwa proyek ini merupakan dapur MBG ketiga yang mereka bangun di Kabupaten Subang.

Menurutnya, setiap dapur dirancang tidak seragam, melainkan menyesuaikan karakter wilayah.

“Untuk dapur di pusat kota Subang kami gunakan konsep modern dan industrial. Tapi di Cisalak, kami mengedepankan local wisdom agar masyarakat merasa memiliki. Dapur ini tidak boleh terasa asing,” katanya.

Niko juga menegaskan seluruh pembangunan mengikuti petunjuk teknis BGN, termasuk kewajiban memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) berstandar nasional.

“IPAL wajib ada. Dapur MBG tidak boleh mencemari lingkungan. Itu komitmen kami dan akan kami terapkan di semua proyek,” tegasnya.

90 Persen Tenaga Kerja Warga Lokal
Tak hanya mengusung konsep kearifan lokal dari sisi desain, pembangunan hingga operasional dapur MBG ini juga memprioritaskan warga setempat.

Penanggung jawab SPPG Cisalak 01, Puri Ramdhani, mengungkapkan bahwa sejak awal Owner telah mengarahkan agar minimal 90 persen tenaga kerja berasal dari Desa Cisalak.

“Pekerja bangunan dari sini, material dari sini, dan nanti saat operasional juga mayoritas warga Cisalak. Kecuali tenaga khusus seperti ahli gizi atau juru masak profesional,” jelasnya.

Ia menambahkan, dapur MBG ini diharapkan menjadi pusat manfaat sosial dan ekonomi masyarakat.

“Ini bukan sekadar dapur, tapi ruang keberkahan. Untuk yang bekerja, untuk anak-anak penerima manfaat, dan untuk masa depan desa,” pungkasnya.

Prosesi peletakan batu pertama ditutup dengan doa bersama. Seluruh pihak berharap Dapur MBG SPPG Cisalak 01 dapat beroperasi optimal dan menjadi bagian dari upaya nasional mencetak generasi sehat dan berkualitas, sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto menuju Indonesia