SUBANG, TINTAHIJAU.COM – Pemerintah Kelurahan Sukamelang, Kecamatan Subang, mulai melakukan penataan dan bersih bersih di kawasan fasilitas umum (fasum) RW 12 Sukamelang atau area depan Terminal Subang, Jumat (22/5/2026).
Aksi tersebut melibatkan puluhan anggota Satgas Kebersihan bersama warga dan pengurus lingkungan setempat. Mereka membersihkan tumpukan sampah, ranting pohon, semak liar, hingga sisa material yang selama ini memenuhi kawasan tersebut.
Kondisi area depan Terminal Subang selama ini dinilai semrawut dan kurang tertata. Padahal lokasi tersebut berada di jalur utama keluar masuk kendaraan menuju Terminal Subang yang menjadi trayek bus antar kota serta menjadi salah satu titik yang ramai dilalui masyarakat setiap hari.
Selain dipenuhi sampah dan semak liar, kawasan fasum tersebut juga dipenuhi bangunan dan warung liar yang berdiri di atas lahan fasilitas umum. Keberadaan bangunan tersebut dinilai membuat kawasan terlihat kumuh dan mengganggu penataan lingkungan.
Karena itu, Pemerintah Kelurahan Sukamelang menegaskan penataan kawasan tidak hanya berhenti pada kegiatan bersih-bersih, tetapi juga akan dilanjutkan dengan penertiban sejumlah bangunan dan warung yang berdiri di lokasi tersebut.
Dalam kegiatan gotong royong itu, petugas dan warga menyisir seluruh area fasum untuk mengangkut sampah, membersihkan semak liar, memangkas ranting pohon, serta merapikan area yang selama ini dipenuhi material berserakan.
Lurah Sukamelang, Anas Hamzah, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang lebih bersih, tertib, dan nyaman bagi masyarakat.
“Ini bagian dari upaya bersama agar lingkungan tetap bersih dan nyaman. Kami ingin budaya gotong royong terus hidup di tengah masyarakat,” ujar Anas Hamzah.
Menurutnya, kawasan depan Terminal Subang memiliki posisi strategis sehingga perlu ditata secara serius agar tidak terus menjadi titik kumuh di wilayah perkotaan.
Ia mengatakan penataan kawasan tersebut sejalan dengan rencana Pemerintah Kabupaten Subang yang akan memanfaatkan lahan kosong di area tersebut menjadi ruang publik.
“Sesuai rencana Pemkab Subang, lahan yang sebelumnya kosong ini akan dimanfaatkan menjadi taman kota atau rest area,” katanya.
Namun demikian, pihak Kelurahan Sukamelang juga mengusulkan agar kawasan tersebut tidak hanya dijadikan ruang terbuka, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Pemerintah kelurahan berharap area tersebut nantinya dapat dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan ekonomi rakyat seperti bazar, pasar dadakan, kegiatan UMKM mingguan, hingga ruang bermain anak dan tempat berkegiatan masyarakat.
Menurut Anas, penataan kawasan depan Terminal Subang harus mampu mengubah wajah lingkungan yang selama ini terkesan kumuh menjadi lebih tertib, bersih, dan produktif.
Ia menegaskan keberadaan fasilitas umum seharusnya dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat luas, bukan justru dipenuhi bangunan liar dan tumpukan sampah.
Aksi gotong royong tersebut mendapat dukungan dari warga sekitar. Masyarakat berharap kawasan depan Terminal Subang benar-benar ditata secara berkelanjutan sehingga menjadi ruang publik yang nyaman, tertib, dan memiliki nilai ekonomi bagi warga.





