SUBANG, TINTAHIJAU.COM – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Subang menjadikan pencegahan perundungan (bullying) dan penguatan literasi digital sebagai fokus utama pelaksanaan Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) Tahun Ajaran 2026/2027.
Kegiatan yang merupakan istilah Madrasah untuk Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) tersebut berlangsung selama tiga hari, 14–16 Juli 2026.
Kegiatan ini mengusung tema “Membentuk Generasi Qur’ani MAN 1 Subang yang Berakhlak Mulia, Unggul Berteknologi, Teguh Bermoderasi, dan Peduli Asri.”
Kepala MAN 1 Subang, Neneng Arwinie, mengatakan MATAMUDA tidak hanya mengenalkan lingkungan madrasah kepada siswa baru, tetapi juga menjadi momentum membangun karakter agar mampu menghadapi tantangan kehidupan di era digital.
“Kami ingin memastikan para peserta didik baru tidak hanya mengenal lingkungan fisik madrasah, tetapi juga meresapi nilai-nilai utama yang kami junjung tinggi di sini. Tantangan zaman menuntut mereka menjadi generasi yang unggul dalam teknologi, namun tetap memiliki pondasi keagamaan dan akhlak yang kokoh,” ujar Neneng Arwinie.
Pada hari kedua, peserta memperoleh materi bertajuk “Madrasah Sehat, Aman, Nyaman, dan Menyenangkan” yang menitikberatkan pada pencegahan bullying, penguatan kesehatan digital, pencegahan kekerasan, hingga bahaya penyalahgunaan narkoba.
Selain itu, siswa juga dibekali wawasan kebangsaan dan moderasi beragama melalui tema “Remaja MAN 1 Subang Silih Asih, Silih Asah, Silih Asuh: Tolak Kekerasan, Kuatkan Persatuan, Rawat Keragaman.” Materi tersebut diharapkan mampu membentuk peserta didik yang menghargai perbedaan dan mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman serta inklusif.
Menurut Neneng, perkembangan teknologi membawa banyak peluang, namun juga menghadirkan berbagai tantangan yang harus dihadapi dengan kemampuan berpikir kritis dan etika bermedia sosial.
“Dunia digital hari ini sangat dinamis. Melalui pematerian ini, kami berharap anak-anak mampu menyaring informasi secara kritis, menjauhi perilaku perundungan atau bullying, dan menjadi duta kedamaian yang menghargai keberagaman, baik di lingkungan madrasah maupun di media sosial,” tegasnya.
Ia menambahkan, pendidikan karakter harus berjalan beriringan dengan penguasaan teknologi agar peserta didik mampu memanfaatkan ruang digital secara positif, bertanggung jawab, dan tidak terjerumus pada penyebaran ujaran kebencian maupun kekerasan siber.
“Kami ingin lulusan MAN 1 Subang menjadi generasi yang cerdas secara akademik, bijak dalam memanfaatkan teknologi, serta memiliki kepedulian terhadap sesama. Madrasah harus menjadi ruang yang aman, bebas dari bullying, dan mampu melahirkan generasi yang berakhlak mulia,” katanya.
Selain pembekalan di dalam kelas, MATAMUDA juga diisi dengan Madrasah Tour, Ekspo Ekstrakurikuler, demonstrasi organisasi siswa, senam sehat, fun outbound, penanaman pohon, hingga gerakan Zero Waste sebagai bagian dari pembentukan karakter peduli lingkungan.
Melalui MATAMUDA 2026, MAN 1 Subang menegaskan komitmennya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, ramah, dan bebas dari perundungan, sekaligus membekali peserta didik dengan kecakapan digital agar mampu menjadi generasi Qur’ani yang berkarakter, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta siap menghadapi tantangan masa depan.





