Ragam

Mengapa Hutang Puasa Harus Segera Dibayar? Begini Penjelasannya

×

Mengapa Hutang Puasa Harus Segera Dibayar? Begini Penjelasannya

Sebarkan artikel ini

SUBANG, TINTAHIJAU.com – Puasa Ramadhan merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang telah memenuhi syarat.

Namun dalam kondisi tertentu, seperti sakit, perjalanan jauh, atau keadaan khusus bagi perempuan, seseorang diperbolehkan untuk tidak berpuasa.

Meski demikian, puasa yang ditinggalkan tidak serta-merta gugur begitu saja, melainkan menjadi hutang yang wajib dibayar di kemudian hari.

Sayangnya, masih banyak orang yang menunda bahkan mengabaikan kewajiban ini.

Oleh karena itu, penting bagi setiap Muslim untuk memahami mengapa hutang puasa harus segera dibayar dan apa saja konsekuensi jika menundanya.

  1. Puasa adalah kewajiban (fardhu)
    Puasa Ramadhan termasuk rukun Islam, sehingga hukumnya wajib.
    Jika seseorang meninggalkannya karena uzur (sakit, haid, nifas, safar, dll), maka ia tetap punya tanggungan yang harus diganti (qadha). Allah berfirman:
    “…Maka barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajib mengganti) sebanyak hari yang ditinggalkannya itu pada hari-hari yang lain…”
    (QS. Al-Baqarah: 184)
    Ini menunjukkan bahwa hutang puasa bukan pilihan, tetapi kewajiban yang pasti harus dibayar.
  2. Karena kita tidak tahu umur kita
    Menunda qadha puasa berbahaya karena kita tidak tahu kapan ajal datang.
    Jika seseorang wafat dalam keadaan masih punya hutang puasa, maka ia meninggal dengan tanggungan ibadah wajib.
    Dalam hadis disebutkan:
    “Barang siapa meninggal dan masih memiliki hutang puasa, maka walinya harus berpuasa untuknya.”
    (HR. Bukhari dan Muslim)
    Artinya, hutang puasa adalah urusan serius sampai setelah mati.
  3. Hutang kepada Allah lebih wajib dilunasi
    Nabi SAW bersabda:
    “Hutang kepada Allah lebih berhak untuk ditunaikan.”
    (HR. Bukhari)
    Kalau hutang kepada manusia saja wajib segera dibayar, maka hutang ibadah kepada Allah lebih utama lagi.
  4. Menunda tanpa alasan itu dosa
    Jika seseorang mampu mengqadha tapi sengaja menunda hingga datang Ramadhan berikutnya, mayoritas ulama menyatakan: Ia berdosa,
    Selain qadha, ia juga wajib membayar fidyah (memberi makan orang miskin)
    Jadi menunda bukan perkara ringan.
  5. Supaya ibadah kita bersih dan tenang
    Orang yang masih punya hutang puasa ibarat orang yang:
    Sudah selesai sekolah, tapi masih punya tunggakan ujian.
    Hatinya tidak tenang.
    Dengan melunasi qadha puasa:
    Ibadah kita menjadi bersih, hati lebih lega dan lebih siap menyambut Ramadhan berikutnya.

Menunaikan hutang puasa bukan sekadar menyelesaikan kewajiban, tetapi juga bentuk ketaatan dan tanggung jawab seorang Muslim kepada Allah.

Dengan menyegerakannya, kita menjaga kesucian ibadah dan menenangkan hati, sekaligus mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih taat dan disiplin dalam menjalankan perintah-Nya.