Ragam

Mengenal Kehamilan Ektopik, Tanda Bahaya yang Harus Diwaspadai

×

Mengenal Kehamilan Ektopik, Tanda Bahaya yang Harus Diwaspadai

Sebarkan artikel ini

SUBANG, TINTAHIJAU.com – Kehamilan ektopik adalah kondisi ketika sel telur yang sudah dibuahi tidak menempel di dalam rahim, tapi tumbuh di tempat lain.

Paling sering terjadi di:

  • Tuba falopi (saluran telur) ini yang paling umum
  • Ovarium (indung telur)
  • Rongga perut
  • Leher rahim (serviks)
    Karena bukan di rahim, janin tidak bisa berkembang normal. Tempat-tempat tersebut tidak dirancang untuk menampung kehamilan, sehingga bisa terjadi pecah dan perdarahan dalam.

Kenapa Berbahaya?
Kalau jaringan tempat janin tumbuh pecah, bisa terjadi:

  • Perdarahan hebat di dalam perut
  • Syok (tekanan darah turun drastis)
  • Risiko kematian bila tidak segera ditolong
    Makanya kondisi ini termasuk gawat darurat medis.

Tanda-Tanda Awal yang Sering Diabaikan
Gejalanya kadang mirip kehamilan biasa, jadi sering tidak disadari:

  • Terlambat haid
  • Tes kehamilan positif
  • Mual atau payudara terasa kencang
    Tapi kemudian muncul tanda yang tidak normal.

Tanda Bahaya Kehamilan Ektopik
Kalau ada kombinasi ini, harus segera ke rumah sakit:

  1. Nyeri perut bawah satu sisi
  • Tajam atau menusuk
  • Bisa datang tiba-tiba
  • Makin lama makin sakit

2. Perdarahan dari vagina yang tidak biasa

    • Bercak cokelat tua atau merah gelap
    • Tidak seperti haid normal

    3. Nyeri bahu
    Kedengarannya aneh, tapi ini bisa terjadi karena perdarahan dalam mengiritasi saraf yang terhubung ke bahu.

    4. Pusing berat atau mau pingsan
    Tanda tubuh kehilangan banyak darah.

    5. Lemas, pucat, keringat dingin
    Bisa tanda syok, ini darurat banget.

      Siapa yang Berisiko Lebih Tinggi?
      Beberapa faktor yang meningkatkan risiko:

      • Riwayat infeksi panggul (misalnya karena penyakit menular seksual)
      • Pernah operasi di tuba falopi
      • Pernah mengalami kehamilan ektopik sebelumnya
      • Penggunaan alat kontrasepsi spiral (jarang, tapi kalau hamil bisa ektopik)
      • Endometriosis
      • Merokok
        Tapi penting diingat: wanita tanpa faktor risiko pun bisa mengalami ini.

      Bagaimana Dokter Mengetahuinya?
      Biasanya melalui:

      • USG (untuk melihat apakah kantung kehamilan ada di rahim atau tidak)
      • Tes darah hormon kehamilan (hCG)
      • Pemeriksaan fisik

      Penanganannya Bagaimana?
      Tergantung kondisi:

      • Obat (kalau masih sangat dini dan belum pecah)
      • Operasi (kalau sudah berisiko pecah atau perdarahan)
        Semakin cepat ditemukan, semakin besar peluang penanganan tanpa komplikasi berat.

      Yang Paling Penting Diingat
      Tes hamil positif + nyeri perut hebat = jangan ditunggu. Periksa segera.
      Banyak orang mengira itu hanya “kram biasa”, padahal bisa jadi tanda kehamilan ektopik.