SUBANG, TINTAHIJAU.com — Katak merupakan salah satu hewan amfibi yang sering kita temui di sekitar lingkungan yang lembap, seperti sawah, hutan, atau dekat perairan. Meski terlihat sederhana, ternyata katak menyimpan banyak fakta menarik dan kemampuan luar biasa yang membuatnya menjadi salah satu makhluk paling unik di dunia hewan.
Salah satu keistimewaan katak adalah kemampuannya untuk bernapas tidak hanya dengan paru-paru, tetapi juga melalui kulitnya. Karena itulah kulit katak harus selalu dalam keadaan lembap agar pertukaran oksigen tetap berlangsung dengan baik. Menariknya, katak tidak perlu minum air seperti manusia. Mereka menyerap air melalui kulitnya, terutama pada bagian perut yang disebut patch absorpsi.

Katak juga dikenal sebagai pemburu ulung. Mereka memiliki lidah yang sangat cepat dan lengket, mampu menangkap mangsa dalam sekejap mata. Selain itu, kekuatan kaki belakangnya memungkinkan katak melompat sangat jauh—bahkan hingga 20 kali panjang tubuhnya. Kemampuan ini sangat berguna untuk menghindari predator maupun berburu mangsa.
Daur hidup katak juga sangat menarik. Mereka mengalami proses metamorfosis yang kompleks, dimulai dari telur, kemudian menjadi kecebong yang hidup di air, lalu berkembang menjadi katak muda, dan akhirnya menjadi katak dewasa dengan kaki dan tanpa ekor. Perubahan bentuk ini menunjukkan betapa hebatnya adaptasi katak terhadap lingkungannya.
Beberapa spesies katak memiliki pertahanan yang sangat ekstrem, seperti katak panah beracun dari Amerika Selatan. Kulit mereka menghasilkan racun mematikan yang bahkan bisa membunuh manusia. Racun ini dulunya digunakan oleh suku asli untuk melapisi ujung panah berburu.
Selain beracun, katak juga dikenal karena suara mereka yang khas. Suara panggilan katak jantan bisa sangat nyaring, bahkan lebih keras dari mesin pemotong rumput, terutama saat musim kawin. Mereka juga memiliki kemampuan untuk berubah warna, baik untuk berkamuflase maupun untuk mengungkapkan kondisi tubuhnya, seperti stres atau suhu lingkungan.
Saat ini, telah tercatat lebih dari 7.000 spesies katak yang tersebar di seluruh dunia, kecuali di benua Antartika. Mereka dapat hidup di berbagai habitat, mulai dari hutan hujan tropis, padang pasir, hingga pegunungan tinggi. Keberadaan katak di suatu lingkungan sering dijadikan indikator kesehatan ekosistem karena kulitnya yang sensitif terhadap perubahan lingkungan. Penurunan populasi katak bisa menjadi tanda adanya pencemaran atau gangguan ekologi.
Dengan segala keunikannya, katak bukan hanya menarik untuk dipelajari, tetapi juga penting untuk dilestarikan. Mereka memainkan peran vital dalam rantai makanan dan menjaga keseimbangan ekosistem. Mengenal dan memahami kehidupan katak bisa membuka mata kita terhadap keanekaragaman hayati dan pentingnya menjaga lingkungan.