Ragam

Mengenang Sejarah Perjuangan Lanud Suryadarma Kalijati Subang di Riung Mungpulung Hari Kemerdekaan

×

Mengenang Sejarah Perjuangan Lanud Suryadarma Kalijati Subang di Riung Mungpulung Hari Kemerdekaan

Sebarkan artikel ini

SUBANG, TINTAHIJAU.COM – Peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Subang diwarnai acara Riung Mungpulung yang digelar di Aula H. Oman Sachroni, Minggu (17/8/2025).

Dalam acara ini, sejarah perjuangan Lanud Suryadarma Kalijati kembali ditayangkan sebagai pengingat peran pentingnya dalam perjalanan menuju Proklamasi Kemerdekaan RI.

Hadir dalam acara ini Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, Wakil Bupati Agus Masykur Rosyadi, Ketua DPRD Victor Wirabuana Abdurachman, Kapolres AKBP Dony Eko Wicaksono, Dandim 0605/Subang Letkol Czi Asep Saepudin, Danlanud Suryadarma Marsma TNI M.R.Y. Fahlefie, serta jajaran Forkopimda. Sekitar 200 undangan turut memadati ruangan, mulai dari kepala OPD, camat, tokoh masyarakat, insan media, hingga mantan narapidana terorisme yang kini kembali bermasyarakat.

Acara dibuka dengan penayangan dokumenter perjuangan Lanud Suryadarma. Pangkalan udara yang awalnya bernama Pangkalan Udara Kalijati ini berdiri sejak era kolonial Belanda sekitar tahun 1917–1919. Perannya semakin strategis saat Jepang mendudukinya usai Belanda menyerah melalui Perjanjian Kalijati pada 8 Maret 1942 — peristiwa yang menandai jatuhnya Hindia Belanda ke tangan Jepang.

Setelah Jepang kalah, pangkalan ini sempat dikuasai Sekutu. Namun, semangat pemuda dan pejuang Indonesia tak surut. Mereka berupaya mengambil alih senjata dan peralatan di berbagai pangkalan udara, termasuk Kalijati. Ml

Meski baru sepenuhnya dikuasai beberapa tahun setelah proklamasi, pangkalan ini menjadi simbol transisi kekuasaan dan lahirnya kekuatan udara nasional. Pada 1950-an, namanya diabadikan menjadi Lanud Suryadarma untuk menghormati Marsekal Raden Suryadarma, pendiri dan perintis Angkatan Udara RI.

Acara berlanjut dengan pemotongan tumpeng oleh Bupati Subang, yang diserahkan kepada perwakilan veteran sebagai penghormatan atas jasa para pejuang. Seluruh tamu undangan kemudian menyaksikan siaran langsung upacara detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI ke-80.

Suasana keakraban menutup Riung Mungpulung dengan ramah tamah dan hiburan. Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa semangat kebangsaan harus terus dipelihara. Rangkaian acara berakhir pukul 11.30 WIB dengan aman dan tertib.