SUBANG, TINTAHIJAU.COM – Sifat jujur merupakan akhlak mulia yang harus dimiliki oleh setiap orang dalam berbagai aspek kehidupan. Dunia akan menjadi lebih indah dan damai jika banyak orang-orang yang bersifat jujur.
Meski begitu, masih ada sebagian orang yang sering tidak jujur. Perilaku tidak jujur merupakan perbuatan buruk yang banyak terlihat dalam kehidupan sehari-hari.
Hal ini umumnya dilakukan oleh orang-orang yang lemah imannya. Di mana perbuatan curang telah menjadi kebiasaan dan dianggap bukan perbuatan dosa sehingga menimbulkan kerugian bagi orang lain.
Perbuatan curang sama dengan tidak jujur. Dalam Islam, perilaku ini termasuk ke dalam akhlak yang tidak terpuji.
Menukil dari buku At-Tadzkir susunan Tim Genta Hidayah, perbuatan curang sangat dibenci oleh Allah SWT. Setiap manusia yang berbuat curang akan diadili dengan seadil-adilnya di akhirat kelak.
Terkait perbuatan curang dalam Al-Qur’an tercantum dalam surah Al Mutaffifin ayat 1-4,
1. وَيْلٌ لِّلْمُطَفِّفِينَ
Arab latin: wailul lil-muṭaffifīn
Artinya: “Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang.”
2. ٱلَّذِينَ إِذَا ٱكْتَالُوا۟ عَلَى ٱلنَّاسِ يَسْتَوْفُونَ
Arab latin: allażīna iżaktālụ ‘alan-nāsi yastaufụn
Artinya: “(yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi.”
3. وَإِذَا كَالُوهُمْ أَو وَّزَنُوهُمْ يُخْسِرُونَ
Arab latin: wa iżā kālụhum aw wazanụhum yukhsirụn
Artinya: “dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi.”
4. أَلَا يَظُنُّ أُو۟لَٰٓئِكَ أَنَّهُم مَّبْعُوثُونَ
Arab latin: alā yaẓunnu ulā`ika annahum mab’ụṡụn
Artinya: “Tidaklah orang-orang itu menyangka, bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan.”
selengkapnya…





