SUBANG, TINTAHIJAU.com – Moisturizer atau pelembap merupakan salah satu produk penting dalam skincare.
Namun, sebagian orang justru mengalami bruntusan atau closed comedones setelah rutin menggunakannya.
Jika hal ini terjadi, jangan langsung menyalahkan pelembapnya. Bisa jadi ada beberapa kesalahan yang tanpa disadari dilakukan.
Penyebab Bruntusan Setelah Memakai Moisturizer
- Tekstur Terlalu Berat untuk Kulit
Setiap jenis kulit memiliki kebutuhan yang berbeda. Pelembap dengan tekstur terlalu tebal dapat membuat pori-pori lebih mudah tersumbat, terutama pada kulit berminyak dan kombinasi. - Menggunakan Produk yang Tidak Sesuai Jenis Kulit
Moisturizer yang cocok untuk kulit kering belum tentu cocok untuk kulit berminyak. Memilih produk yang tidak sesuai dapat memicu munculnya komedo tertutup dan bruntusan. - Pemakaian Terlalu Banyak
Menggunakan pelembap berlebihan tidak membuat kulit lebih sehat. Justru, lapisan produk yang terlalu tebal dapat membuat kulit sulit bernapas dan meningkatkan risiko penyumbatan pori. - Wajah Tidak Dibersihkan dengan Baik
Pelembap yang diaplikasikan di atas wajah yang masih kotor dapat mencampur minyak, debu, dan sisa makeup sehingga memicu timbulnya bruntusan. - Kulit Sedang Beradaptasi dengan Produk Baru
Pada beberapa kasus, kulit memerlukan waktu untuk beradaptasi dengan kandungan tertentu dalam produk skincare. Namun, jika bruntusan semakin parah dan berlangsung lama, sebaiknya hentikan penggunaan produk tersebut.
Cara Mengatasinya
- Pilih moisturizer yang sesuai dengan jenis kulit.
- Gunakan secukupnya, tidak perlu berlebihan.
- Pastikan wajah sudah bersih sebelum memakai skincare.
- Perhatikan kandungan produk yang berpotensi menyumbat pori.
- Hentikan pemakaian jika muncul iritasi atau bruntusan yang semakin parah.
Bruntusan setelah memakai moisturizer tidak selalu berarti produknya buruk. Sering kali, masalah muncul karena pemilihan produk yang kurang tepat atau cara penggunaan yang salah.
Dengan memahami kebutuhan kulit dan menggunakan pelembap secara benar, kulit dapat tetap lembap tanpa risiko munculnya closed comedones.





