Ragam

Pelabuhan Patimban Subang Mulai Layani Pelayaran Peti Kemas Internasional, Bidik Pasar Global

×

Pelabuhan Patimban Subang Mulai Layani Pelayaran Peti Kemas Internasional, Bidik Pasar Global

Sebarkan artikel ini

SUBANG, TINTAHIJAU.COM – Pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang resmi memasuki babak baru sebagai gerbang logistik internasional setelah terminal peti kemas yang dikelola Patimban Global Terminal (PGT) mulai beroperasi. Pengoperasian perdana ditandai dengan keberangkatan kapal kontainer MSC ARIA III berbendera Monrovia pada Selasa (8/7).

Keberangkatan kapal tersebut menjadi tonggak dimulainya layanan pelayaran peti kemas reguler dari Patimban menuju sejumlah pelabuhan utama di Asia, yakni Singapura, Laem Chabang (Thailand), Shekou, Ningbo, dan Shanghai (China).

Direktur Operasional PGT, Fian Indiyawanto, mengatakan kapal perdana tersebut mengangkut sekitar 1.800 TEUs berbagai jenis komoditas yang diperdagangkan di pasar internasional.

“Rutenya dari Singapura ke Patimban, kemudian ke Laem Chabang, Shekou, Ningbo, Shanghai, lalu kembali melalui rute yang sama hingga ke Patimban,” ujar Fian di Kantor Pelabuhan Patimban, Kamis (9/7).

Menurutnya, pada tahap awal layanan pelayaran peti kemas akan dijalankan satu kali setiap pekan. Adapun muatan yang dilayani mencakup berbagai komoditas, mulai dari produk otomotif hingga barang konsumsi dan berbagai jenis kargo yang dapat diangkut menggunakan kontainer.

PGT juga tengah menyiapkan pengembangan jaringan pelayaran yang lebih luas. Selain memperkuat konektivitas di kawasan Asia, operator pelabuhan tersebut sedang mengkaji pembukaan rute langsung menuju Amerika Serikat dan Eropa.

“Kami berharap ke depan Patimban tidak hanya melayani rute regional Asia, tetapi juga bisa melayani pelayaran jarak jauh ke Amerika maupun Eropa. Saat ini masih dalam tahap kajian,” kata Fian.

Ia menambahkan, kondisi geopolitik di Timur Tengah belum memberikan pengaruh terhadap operasional Pelabuhan Patimban karena fokus layanan saat ini masih berada di kawasan Asia.

Pelabuhan Patimban sendiri merupakan proyek strategis nasional yang dibangun dengan dukungan pinjaman lunak Pemerintah Jepang melalui skema Official Development Assistance (ODA). Berdasarkan data Japan International Cooperation Agency (JICA), total pembiayaan proyek mencapai sekitar 272,5 miliar yen yang disalurkan dalam dua tahap.

Beroperasinya terminal peti kemas diharapkan semakin memperkuat peran Pelabuhan Patimban sebagai salah satu simpul logistik nasional sekaligus mendukung kelancaran aktivitas ekspor dan impor Indonesia.