SUBANG, TINTAHIJAU.COM – Kondisi Kali Bangsal di Desa Ciasem Hilir, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang, dinilai memprihatinkan. Aliran kali yang berada di tengah permukiman warga itu dipenuhi semak belukar, pepohonan liar, serta mengalami pendangkalan yang berpotensi memicu banjir saat musim penghujan.
Selama ini warga mengeluhkan kondisi Kali Bangsal karena air kerap meluap ketika hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Pendangkalan aliran sungai membuat debit air tidak mampu tertampung dengan baik sehingga mengancam permukiman warga di sekitarnya.
Untuk mengantisipasi banjir, Pemerintah Desa Ciasem Hilir melakukan normalisasi Kali Bangsal. Dalam pengerjaannya, pihak pelaksana melibatkan belasan tenaga kerja serta dibantu perangkat desa guna mempercepat proses pengerukan dan pembersihan aliran kali.
Normalisasi dilakukan dengan membersihkan semak dan pepohonan liar serta mengeruk sedimentasi lumpur yang menyebabkan aliran air menjadi dangkal.
Kepala Desa Ciasem Hilir, Casmedi, mengatakan normalisasi dilakukan sebagai langkah antisipasi menghadapi musim penghujan agar banjir tidak kembali terjadi di wilayah permukiman warga.
“Normalisasi kali untuk mencegah banjir agar pemukiman warga aman dari ancaman banjir tahunan,” kata Casmedi kepada TINTAHIJAU.COM.
Ia menjelaskan, Kali Bangsal merupakan anak kali yang menampung air kiriman dari wilayah hulu sungai dan mengalirkannya ke area persawahan di sekitar desa. Karena itu, keberadaan aliran kali tersebut dinilai sangat penting untuk menjaga kelancaran saluran air.
Pengerjaan normalisasi kali menelan anggaran sekitar Rp100 juta yang bersumber dari APBD Kabupaten Subang. Proyek tersebut ditargetkan rampung dalam waktu tujuh hari.
Usai dinormalisasi, Pemerintah Desa Ciasem Hilir berharap aliran Kali Bangsal kembali lancar sehingga ancaman banjir tahunan yang selama ini menghantui warga dapat diminimalisir.
Sandy Zaenudin





