SUBANG, TINTAHIJAU.com – Pada 21 September 2024, dunia memperingati Hari Alzheimer Sedunia. Alzheimer adalah penyakit yang ditandai dengan kerusakan sel-sel otak, sehingga menyebabkan penurunan fungsi kognitif, termasuk gangguan daya ingat, masalah komunikasi, serta disorientasi atau kebingungan. Penyakit ini berkembang secara lambat, dan gejalanya bahkan dapat muncul 20 tahun sebelum diagnosis.
Gary Small, anggota Herbalife Nutrition Advisory Board, dalam siaran persnya, Sabtu (21/9/2024), menyampaikan bahwa gejala awal Alzheimer, seperti lupa ringan atau kesulitan berkonsentrasi, sering kali dianggap sebagai bagian normal dari penuaan. Namun, anggapan ini dapat menyesatkan dan menunda deteksi dini penyakit ini.
Saat ini, belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan Alzheimer. Pengobatan yang tersedia hanya bertujuan untuk mengurangi gejala dan memperlambat perkembangannya. Namun, menurut Small, salah satu langkah pencegahan yang menjanjikan adalah melalui pola makan dan nutrisi yang baik, yang harus dimulai sejak usia muda.
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa makanan yang kita konsumsi memiliki dampak besar terhadap kesehatan otak, baik dalam jangka pendek maupun panjang. Small menekankan pentingnya makanan yang kaya antioksidan dan anti-inflamasi, serta menerapkan gaya hidup yang aktif. Pola makan yang terdiri dari sayuran, ikan, buah-buahan, kacang-kacangan, dan sumber omega-3 terbukti sangat bermanfaat bagi kesehatan otak.
Selain itu, suplemen juga bisa membantu tubuh menyerap nutrisi penting untuk fungsi kognitif optimal. Suplemen untuk kesehatan otak sebaiknya mengandung kafein, lutein, dan kurkumin, yang membantu melawan peradangan di otak.
Tidak hanya pola makan, aktivitas fisik juga memiliki peran penting dalam pencegahan Alzheimer. Ketidakaktifan fisik dan obesitas meningkatkan risiko Alzheimer. Small menekankan bahwa olahraga teratur meningkatkan aliran darah ke otak, mendorong pertumbuhan neuron, dan meningkatkan plastisitas sinaptik, yang semuanya penting bagi kesehatan kognitif.
Aktivitas yang merangsang mental, seperti membaca, mempelajari keterampilan baru, atau bermain permainan strategi, juga dapat membantu melatih otak dan memperkuat cadangan kognitif, yang pada akhirnya meningkatkan ketahanan mental terhadap Alzheimer.
Selain aspek fisik dan mental, kesehatan emosional juga merupakan faktor penting dalam menjaga fungsi kognitif. Stres kronis, depresi, dan kecemasan dapat meningkatkan risiko Alzheimer. Sebaliknya, ketahanan emosional dan hubungan sosial yang kuat dapat memberikan perlindungan terhadap penyakit ini.
Hari Alzheimer Sedunia menjadi momen yang tepat untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan otak, melalui gaya hidup sehat, nutrisi yang tepat, serta menjaga keseimbangan emosional. Semua langkah ini dapat membantu mencegah penurunan kognitif dan memberikan perlindungan jangka panjang terhadap penyakit Alzheimer.





