Ragam

RSUD Subang Kerahkan Tim Medis dan Bantuan Obat untuk Ringankan Dampak Banjir di Pamanukan

×

RSUD Subang Kerahkan Tim Medis dan Bantuan Obat untuk Ringankan Dampak Banjir di Pamanukan

Sebarkan artikel ini

SUBANG, TINTAHIJAU.COM – Banjir yang merendam sejumlah wilayah di kawasan Pantura Subang memicu respons cepat dari RSUD Subang. Rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Subang itu tidak hanya menyalurkan bantuan logistik, tetapi juga mengerahkan tim medis lengkap beserta obat-obatan guna memberikan pelayanan kesehatan langsung kepada warga terdampak banjir di Kecamatan Pamanukan, Sabtu (31/1/2026).

Dipimpin langsung oleh Direktur RSUD Subang, dr. Ahmad Nasuhi, penyaluran bantuan difokuskan pada Posko Kesehatan Pamanukan. Kehadiran jajaran manajemen bersama tenaga medis di lokasi pengungsian menjadi bagian dari upaya memastikan kondisi kesehatan warga tetap terpantau di tengah keterbatasan akses layanan kesehatan akibat genangan banjir.

Salah satu titik pelayanan kesehatan dipusatkan di Masjid Al-Mukhlisin Pamanukan yang saat ini difungsikan sebagai lokasi pengungsian. Di tempat tersebut, dua dokter RSUD Subang, dr. Nural Huda dan dr. Ira Lindayanti, melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap para pengungsi. Layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan umum, konsultasi medis, hingga pemberian obat-obatan sesuai dengan hasil diagnosis dan keluhan yang dialami warga.

Pelayanan kesehatan gratis ini menjadi krusial mengingat kondisi lingkungan pengungsian yang padat dan lembap berpotensi meningkatkan risiko penyakit pascabencana. Sejumlah keluhan kesehatan yang banyak ditemui antara lain gangguan pernapasan, penyakit kulit, diare, serta kelelahan fisik akibat kurangnya waktu istirahat dan kondisi tempat tinggal sementara yang terbatas.

Direktur RSUD Subang, dr. Ahmad Nasuhi, menjelaskan bahwa bantuan yang disalurkan tidak bersifat satu kali, melainkan dirancang dalam beberapa tahap agar penanganan kesehatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat berlangsung secara berkelanjutan.

“Bantuan kami bagi dalam tiga termin. Pada termin pertama, kami menyalurkan sekitar 200 paket yang berisi vitamin dan obat-obatan, khususnya untuk mendukung kondisi kesehatan relawan dan petugas di lapangan. Termin kedua berupa bantuan bahan pokok serta perlengkapan personal hygiene. Sementara pada termin ketiga, kami juga mengajak perusahaan-perusahaan mitra RSUD Subang untuk turut berdonasi agar bantuan dapat menjangkau lebih banyak warga terdampak,” ujarnya.

Ia menambahkan, obat-obatan yang dibawa ke lokasi pengungsian memang telah dipersiapkan secara khusus untuk menunjang pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat korban bencana. Dengan demikian, tim medis dapat langsung memberikan penanganan awal tanpa harus menunggu pasokan tambahan dari luar lokasi.

Dengan adanya layanan kesehatan langsung di lokasi pengungsian, warga terdampak banjir tidak perlu menempuh jarak jauh untuk mendapatkan layanan medis di tengah situasi darurat. Kehadiran tenaga kesehatan juga diharapkan mampu memberikan rasa aman dan menekan risiko kondisi kesehatan yang lebih serius, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, ibu hamil, serta warga dengan penyakit bawaan.

Selain pelayanan medis, RSUD Subang juga terus melakukan pemantauan terhadap dinamika kebutuhan kesehatan di lapangan. Koordinasi dengan dinas terkait, petugas posko, serta relawan dilakukan secara intensif untuk memastikan jenis dan jumlah bantuan medis yang disalurkan benar-benar sesuai dengan kondisi terkini para pengungsi.

RSUD Subang menegaskan komitmennya untuk terus hadir bersama masyarakat dalam situasi darurat bencana. Melalui kombinasi bantuan logistik, layanan kesehatan langsung, serta koordinasi lintas sektor, diharapkan dampak kesehatan akibat banjir di wilayah Pantura Subang dapat ditekan dan proses pemulihan masyarakat dapat berjalan lebih optimal.