Majalengka, TINTAHIJAU.COM – Kisah hidup berdesakan dalam satu rumah dialami Astari, warga Blok Gugunungan, Desa Cicadas, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka. Selama ini, rumah miliknya yang sudah rusak harus dihuni oleh tiga kepala keluarga dengan total tujuh jiwa.
Kondisi tersebut akhirnya mendapat perhatian Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka bersama Tim Penggerak PKK. Keduanya menyalurkan bantuan program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), Selasa (16/6/2026).
Ketua BAZNAS Majalengka, Agus Asri Sabana, mengatakan bantuan ini menjadi bentuk kepedulian terhadap warga yang hidup dalam keterbatasan, terutama terkait hunian yang tidak layak. ”Ini bukan hanya soal bangunan rumah, tapi soal bagaimana keluarga bisa hidup lebih layak, nyaman, dan memiliki ruang yang manusiawi,” ujar Agus.
Menurutnya, kondisi rumah yang dihuni hingga tiga keluarga sekaligus menunjukkan masih adanya persoalan kepadatan hunian di masyarakat yang perlu mendapat perhatian bersama.
Penyaluran bantuan tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Majalengka, Iim Maemunah Suherman, Camat Jatiwangi, anggota DPRD, serta perangkat desa.
Iim menyebut kondisi yang dialami keluarga Astari menjadi potret nyata masih adanya warga yang tinggal di hunian tidak layak dan berdesakan. ”Ini menyentuh hati kita. Tidak hanya soal kemiskinan, tapi juga soal kelayakan hidup. Kita ingin ke depan tidak ada lagi kondisi seperti ini di Majalengka,” katanya.
Suasana haru tak terbendung saat Astari menerima bantuan. Dengan mata berkaca-kaca, ia mengaku selama ini harus bertahan di rumah yang bocor dan sempit.”Kalau hujan sering bocor, kami semua berdesakan. Tidak menyangka sekarang ada bantuan seperti ini,” ucapnya.
Program Rutilahu menjadi salah satu langkah BAZNAS bersama pemerintah daerah dalam mengurai persoalan hunian tidak layak sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat prasejahtera.





