Ragam

Serem! Sudah Meninggal 20 Tahun Lalu, Wanita di Majalengka Daftar Pengawas TPS

×

Serem! Sudah Meninggal 20 Tahun Lalu, Wanita di Majalengka Daftar Pengawas TPS

Sebarkan artikel ini

MAJALENGKA, TINTAHIJAU.com – Seorang wanita berparas cantik yang diduga telah meninggal dunia 20 tahun silam ikut melakukan pendaftaran rekruitmen Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) untuk pilkada 27 November mendatang.

Kejadian mistis yang sempat dirahasiakan selama seminggu tersebut terkuak setelah salah seorang petugas PKD dari desa yang bersangkutan menelusuri nama pendaftar.

Muhamad Ibin Nugraha, salah satu anggota panwascam Kecamatan Sukahaji Kabupaten Majalengka menuturkan, kejadian berawal tanggal 20 September 2024 lalu (kamis sore).

Sore itu kata Ibin, petugas Panwascam bernama Apendi kedatangan perempuan cantik berkerudung dan baju putih, dengan bawahan warna gelap, ia datang dengan mengucapkan punten salam khas orang Sunda.

“Wanita berpakaian, kerudung putih, baju putih, bawah gelap, sambil biasa masuk seperti biasa pada umumnya mengucapkan punten, tidak diduga kan kalau mahluk ghaib ya kemudian disuruh duduk biasa, kemudian perempuan itu menanyakan, ini kalau di desa Jayi, kalau pendaftar PTPS sudah berapa katanya dan siapa siapa aja, kata orang tersebut.,” tutur Ibin.

Masih dikatakan Ibin, Apendi pun langsung mengambil HP dan memotret perempuan di depannya yang sedang menulis namanya menggunakan kamera WhatsApp dan langsung dikirim ke grup panwascam Sukahaji.

“Biasanya kalau dokumentasi biasanya nyuruh yang lain, cuma (sore itu) gak ada siapa-siapa jadi dianya langsung pa apendi ya langsung, menggunakan hp nya di kamera whatsapp kemudian dishare ke grup WA setelah itu, setelah beberapa lama ada Komen, Ko ini gak ada gambarnya cuma ada pulpen yang berdiri, gak ada gak kelihatan difoto itu, ” kata Ibin menirukan komentar komentar di grup..

“kebetulan saya juga ikut berkomentar, bahkan sy kasih tanda dibuletin itu pulpen, wah kata saya teh luar biasa pulpen bisa berdiri sendiri kata saya teh cuma gak ditanggapi dikira iseng ya oleh pa Apendi,” tambah Ibin.

Ibin melanjutkan, rupanya pa Apendi belum sadar dan keukeuh karena ia merasa orangnya ada di depannya

“Tapi masih belum ngeuh si pa apendi kan keukeuh karena memang ada orang nya. Setelah ditanya darimana dari desa Jayi katanya kalau gak salah Blok Wage, warga disitu menyebutnya dukuh Bogor,” ungkap Ibin.

Setelah itu kata Ibin, Apendi menerima telpon dati PKD (pengawas kelurahan desa) Jayi bernama Euis yang menyatakan tidak ada gambar perempuan yang ada hanya pulpen, bertepatan dengan telpon masuk perempuan itu pergi tanpa pamit.

‘Baru kemudian ada telpon dari PKD Jayi atas nama Euis, pak itu di foto gak ada gambarnya gitu kan, cuma ada pulpen saja, wah nu bener? I wah yang benar?), sambil menelpon, orang tersebut langsung pergi tanpa pamit.,” kata Ibin menirukan kejadian Apendi saat menerima telpon dari Euis

Dari situ kata Ibin, dia (Apendi) langsung sadar dan beristighfar dan menghapus foto di grup.

“Astagfirullah ko gak ada orang ya, kata pa Apendi sambil langsung dihapus mungkin dia takut atau gimana,” sambung Ibin.

Setelah itu kata Ibin, Apendi bilang lagi sama Euis untuk tidak menceritakan/merahasiakan kejadian tersebut karena dikhawatirkan yang lain takut.

Cuma seminggu kemudian kata Ibin, si PKD itu penasaran apakah ada orang itu di Desa Jayi, dan bertanyalah Euis kepada warga setempat yang kebetulan disana ada sepupunya, Euis kaget karena orang tersebut ternyata sudah meninggal 20 tahun lalu.

“Nanyain si PKD ke warga setempat kebetulan yang ada sodaranya sepupunya.. da katanya nama orang tersebut mah sudah gak ada sudah meningal 20 tahun lalu.,” sambung Ibin

‘Kita kan gak tau, bener nggak mahluk ghaib yang jelas kejadiannya seperti itu, ketika ada pendaftar kemudian difoto kan ya, nah hasil jepretan fotonya tidak nampak yang ada hanya pulpen,’ papar Ibin.

Berdasarkan keterangan dari Euis, kata Ibin tanggal 18 sebelum kejadian, ponakan dati (yang diduga mahluk gaib) suruh mendaftar di PTPS, dan ternyata si ponakan itu sudah daftar duluan di KPPS.

“Dia datang Atas nama N (keluarga minta nama dirahasiakan) 20tahun lalu sudah meninggal, menurut warga setempat belum lama menikah kemudian meninggal (tanpa sakit), nampak usia 20 tahunan. Berparas cantik katanya, kata pa Apendi cantik,’ katanya

reporter: echa rachmania