SUBANG, TINTAHIJAU.com – Dalam kehidupan sosial, kita sering menjalin hubungan dekat dengan orang lain, baik sebagai teman maupun sebagai seseorang yang memiliki arti lebih spesial.
Namun, tidak sedikit orang yang masih bingung membedakan antara perasaan platonic dan perasaan romantis.
Keduanya sama-sama melibatkan kedekatan emosional, perhatian, dan rasa nyaman, tetapi memiliki makna dan tujuan yang berbeda.
Memahami perbedaan ini penting agar kita tidak salah menafsirkan perasaan sendiri maupun orang lain.
Berikut perbedaan antara hubungan platonic dan romantis.
- Hubungan Platonic (Persahabatan Murni)
Ini hubungan yang dekat secara emosional, tapi tanpa perasaan cinta romantis.
Ciri-cirinya:
- Sayang sebagai teman, bukan pasangan
- Nyaman cerita apa aja
- Bisa perhatian, peduli, support banget
- Tidak ada keinginan jadi pacar
- Tidak ada ketertarikan romantis (kayak pengin kencan, cemburu karena urusan cinta, dan lain-lain).
Contoh:
Kamu punya sahabat lawan jenis. Kalian chat tiap hari, saling dukung, tapi nggak pernah kepikiran buat jadian. Kalau dia punya pacar, kamu biasa aja.
Intinya: dekat di hati, tapi bukan cinta pasangan.
2. Hubungan Romantis
Ini hubungan yang melibatkan perasaan cinta sebagai pasangan.
Ciri-cirinya:
- Ada rasa tertarik secara romantis
- Ingin jadi pasangan (pacaran / menikah suatu hari).
- Ada perasaan spesial beda dari teman.
Bisa muncul rasa cemburu dalam konteks hubungan
Ingin menghabiskan waktu berdua secara “date”.
Contoh:
Kamu senang banget kalau dia perhatian, deg-degan kalau dekat dia, dan berharap dia juga melihatmu sebagai pasangan.
Intinya: bukan cuma dekat, tapi ada rasa cinta sebagai pasangan.
Pada akhirnya, memahami perbedaan antara hubungan platonic dan romantis membantu kita mengenali batasan, perasaan, serta tujuan dalam sebuah kedekatan.
Dengan begitu, kita bisa menjaga hubungan tetap sehat, jujur, dan saling menghargai tanpa kesalahpahaman.





