Ragam

Subang Akan Tampilkan Kisah Heroik Ranggawulung dan Nyimas Karancang di Pawai Tatar Sunda Bandung

×

Subang Akan Tampilkan Kisah Heroik Ranggawulung dan Nyimas Karancang di Pawai Tatar Sunda Bandung

Sebarkan artikel ini

SUBANG, TINTAHIJAU.COM – Kabupaten Subang akan mengangkat kisah tokoh Ranggawulung dan Nyimas Karancang sebagai tema utama dalam Kontingen Pawai Tatar Sunda Binokasih yang akan digelar di Kota Bandung pada 16 Mei 2026 mendatang.

Hal tersebut mengemuka dalam briefing staf yang dipimpin Wakil Bupati Subang, H. Agus Masykur Rosyadi, S.Si., M.M., bersama para kepala OPD dan camat se-Kabupaten Subang di Ruang Rapat Bupati II Pemkab Subang, Senin (11/5/2026).

Briefing staf tersebut dikoordinasikan oleh Asisten Daerah I Kabupaten Subang, Rahmat Effendi, dengan salah satu fokus pembahasan mengenai kesiapan Kabupaten Subang mengikuti Pawai Tatar Sunda bersama seluruh kabupaten/kota se-Jawa Barat.

Dalam kegiatan budaya tersebut, Kontingen Kabupaten Subang akan menampilkan narasi kepahlawanan dan nilai budaya lokal melalui kisah Ranggawulung dan Nyimas Karancang.

Tema tersebut dipilih sebagai upaya memperkenalkan kembali tokoh-tokoh historis Subang kepada masyarakat luas, sekaligus memperkuat identitas budaya daerah di tengah perkembangan zaman.

Kontingen Subang sendiri akan melibatkan Bupati dan Wakil Bupati Subang, Sekretaris Daerah, para Asisten Daerah, kepala OPD, camat se-Kabupaten Subang, hingga pasukan ponggawa dan pemanah yang akan memperkuat nuansa tradisi Sunda dalam kirab budaya tersebut.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan rangkaian kegiatan budaya itu akan berlangsung pada Sabtu malam, 16 Mei 2026 di Bandung dan dilanjutkan dengan drama kolosal di Gedung Sate pada malam berikutnya.

“Nanti malam Minggu tanggal 16 Mei kita akan mengikuti kegiatan di Bandung, lalu malam Senin ada drama kolosal di Gedung Sate,” ujar KDM, sapaan akrab Dedi Mulyadi.

Ia menegaskan kirab budaya tersebut bukan sekadar membangun romantisme masa lalu, melainkan menjadi jembatan antara sejarah dan masa depan.

“Karena banyak di antara kita hari ini berbicara masa depan tetapi tidak mengerti sejarah masa lalu. Banyak orang juga yang hanya cerita masa lalu tidak mau bicara masa depan. Saya mengambil dua-duanya. Masa lalu adalah histori, filosofi, dan ideologi, sedangkan masa depan adalah tantangan yang harus diwujudkan,” tegasnya.

Menurutnya, kirab budaya juga menjadi momentum untuk menegaskan kembali kekayaan budaya Jawa Barat yang memiliki akar sejarah kuat, termasuk keberadaan Kerajaan Padjadjaran yang dibuktikan melalui Prasasti Batu Tulis dan Mahkota Binokasih.

Melalui partisipasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Subang berharap nilai-nilai budaya lokal dan sejarah daerah dapat semakin dikenal generasi muda sekaligus memperkuat kebanggaan masyarakat terhadap warisan budaya Sunda.