Terkait Nyeri Haid Akan Hilang Setelah Menikah, Begini Penjelasan Dokter Ginekologi

Ilustrasi Pijat Perut | Foto: Kindel Media (pexels.com)

SUBANG, TINTAHIJAU.com – Baru-baru ini, media sosial diramaikan dengan sebuah postingan yang mengklaim bahwa menikah dapat menyembuhkan nyeri haid. Pengunggah bahkan menyatakan bahwa dokter telah memberikan saran ini. Namun, sebelum kita mengambil klaim ini begitu saja, mari kita memahami lebih dalam mengenai hubungan antara menikah dan nyeri haid.

Pengunggah Akun X Menceritakan Pengalamannya

Akun @comvomfs membagikan pengalamannya di media sosial, di mana ia telah berkonsultasi dengan seorang dokter karena sering mengalami nyeri haid yang parah. Setelah pemeriksaan medis, dokter mengatakan bahwa ia tidak memiliki masalah kesehatan yang berhubungan dengan sistem reproduksi dan memberikan saran yang mengejutkan: “Kamu sehat semua, gak ada masalah, obatnya cuma 1, yaitu nikah.”

Baca Juga:  Pemerintah RI Dorong Penelitian Terhadap Temulawak Agar Bisa Setara dengan Ginseng Korea

Namun, apakah benar-benar menikah dapat menyembuhkan nyeri haid?

Penjelasan dari Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi

Menurut Dr. Indra Adi Susanto, seorang dokter spesialis obstetri dan ginekologi di RSIA Anugerah Semarang, klaim tersebut berkaitan dengan melahirkan, bukan sekadar menikah. Ia menjelaskan bahwa nyeri haid atau dismenore adalah kondisi yang biasa terjadi saat jaringan dalam rahim mulai luruh untuk persiapan menstruasi.

Selama menstruasi, rahim berkontraksi, yang dapat menghambat suplai darah dan oksigen ke rahim. Inilah yang memicu hormon prostaglandin, yang merangsang kontraksi otot rahim dan dapat menyebabkan rasa nyeri.

Namun, ada teori yang menyatakan bahwa pada wanita yang telah melahirkan, reseptor prostaglandin dalam rahim mungkin berkurang. Hal ini dapat membuat nyeri haid lebih ringan atau bahkan sembuh setelah melahirkan.

Baca Juga:  Informasi Seputar Soal Tes CPNS 2023, 80 Persen Formasi untuk Guru dan Nakes

Dalam penjelasannya, Dr. Indra Adi Susanto menjelaskan, “Dengan berkurangnya ekspresi reseptor prostaglandin (PG), maka E2 (isoform EP2) terjadi relaksasi, sehingga terjadi perubahan reseptor PG F kontraktil (isoform FP), reseptor prostaglandin dalam rahim saat melahirkan.”

Berlaku untuk Penderita Endometriosis

Dr. Wawang Sukarya, seorang spesialis obstetri dan ginekologi serta Dekan Fakultas Kedokteran Uhamka Jakarta, menambahkan bahwa nyeri haid bisa sembuh setelah menikah dan hamil dalam kasus endometriosis. Endometriosis adalah kondisi di mana jaringan yang melapisi rahim tumbuh di luar rahim.

Pada penderita endometriosis, jaringan tersebut bisa luruh dan merangsang pergerakan selaput pembatas organ-organ dalam perut, yang menyebabkan nyeri. Ketika perempuan hamil, mereka tidak mengalami menstruasi, sehingga nyeri akan berkurang atau bahkan hilang.

Baca Juga:  Hipertensi, Penyakit Serius yang Bisa Dicegah dengan Perubahan Gaya Hidup

Meskipun ada penjelasan ilmiah untuk hubungan antara melahirkan, endometriosis, dan nyeri haid, penting untuk diingat bahwa menikah bukanlah satu-satunya solusi untuk mengatasi nyeri haid. Ada banyak cara lain untuk mengelola dan meredakan nyeri haid, termasuk dengan berkonsultasi dengan dokter dan menggunakan obat-obatan yang diresepkan.

Kesimpulannya, klaim bahwa menikah bisa menyembuhkan nyeri haid perlu dilihat dengan konteks yang tepat. Menikah mungkin memiliki dampak pada kesehatan reproduksi wanita, tetapi nyeri haid adalah kondisi kompleks yang dipengaruhi oleh berbagai faktor. Untuk perawatan dan saran yang lebih tepat, selalu konsultasikan dengan dokter spesialis ginekologi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: red.tintahijau@gmail.com