SUBANG, TINTAHIJAU.com – Stres sering kali bukan cuma datang dari keadaan, tapi dari pikiran kita sendiri.
Satu masalah kecil bisa terasa besar karena dipikirkan berulang-ulang. Satu komentar orang bisa terngiang seharian.
Satu kesalahan kecil bisa bikin kita overthinking semalaman. Kabar baiknya, pikiran memang liar tapi bukan berarti tidak bisa diarahkan.
Kita mungkin tidak bisa mengontrol semua yang terjadi, tapi kita bisa belajar mengelola cara kita memikirkannya.
Berikut beberapa trik sederhana supaya pikiran nggak gampang bikin kamu stres sendiri.
1. Bedakan “masalah nyata” dan “skenario di kepala”
Sering kali yang bikin capek itu bukan kejadian aslinya, tapi cerita tambahan yang kita buat sendiri.
Contoh:
“Dia belum balas chat.”
Fakta: Dia belum balas.
Cerita di kepala: “Dia marah… aku salah… dia nggak suka aku lagi…”
Coba biasakan bertanya:
“Ini fakta atau cuma asumsi?”
Dengan begitu, kamu berhenti menambahkan beban yang sebenarnya belum tentu nyata.
2. Kasih batas waktu untuk memikirkan sesuatu
Overthinking sering terjadi karena pikiran muter tanpa batas. Coba buat aturan ke diri sendiri:
“Aku boleh mikirin ini 10 menit. Setelah itu, stop.”
Pas waktu habis, alihkan perhatian ke aktivitas lain: mandi, jalan, beresin sesuatu, dengerin musik.
Bukan berarti masalahnya hilang, tapi kamu tidak membiarkan pikiran menguasai sepanjang hari.
3. Turunkan ekspektasi yang terlalu tinggi
Kadang stres muncul bukan karena tugasnya berat, tapi karena standar kita ke diri sendiri kelewat tinggi. Harus sempurna, harus cepat, harus lebih baik dari orang lain.
Coba ganti jadi:
“Cukup baik untuk hari ini.”
Tidak semua hal harus maksimal setiap waktu. Kamu manusia, bukan mesin.
4. Pindahkan fokus dari “kenapa” ke “apa yang bisa kulakukan”
Pikiran stres sering terjebak di: “Kenapa ini terjadi?”
“Kenapa aku begini?”
Pertanyaan itu jarang memberi solusi, malah bikin muter di rasa kesal.
Coba geser ke:
“Sekarang, langkah kecil apa yang bisa kulakukan?”
Walau kecil, kirim satu pesan, kerjakan sedikit, istirahat sebentar itu memberi rasa kontrol, dan stres biasanya berkurang saat kita merasa punya kendali.
5. Hentikan kebiasaan membaca pikiran orang
Kita sering merasa tahu apa yang orang lain pikirkan tentang kita. Padahal itu cuma dugaan.
“Mereka pasti menilai aku.”
“Dia pasti kecewa.”
“Mereka pasti menganggap aku gagal.”
Kenyataannya? Banyak orang terlalu sibuk memikirkan hidup mereka sendiri.
Ingat: pikiranmu bukan mesin pembaca pikiran orang lain.
6. Latih pikiran kembali ke saat ini
Stres sering muncul karena pikiran lari ke masa depan (khawatir) atau masa lalu (penyesalan).
Coba teknik sederhana:
– Lihat 3 benda di sekitarmu
– Dengarkan 2 suara
– Tarik napas dalam 1 kali perlahan
Kedengarannya simpel, tapi ini membantu otak “turun” dari mode panik ke mode tenang.
7. Jangan percaya semua yang kamu pikirkan
Pikiran itu seperti notifikasi muncul terus, tapi tidak semua harus dibuka dan dipercaya.
Hanya karena kamu berpikir: “Aku nggak bisa,”
bukan berarti itu fakta.
Belajar berkata dalam hati: “Itu cuma pikiran, bukan kenyataan mutlak.”
Jarak kecil antara kamu dan pikiranmu bisa bikin stres berkurang jauh.
Mengendalikan pikiran bukan berarti membuatnya selalu positif. Itu tidak realistis.
Tapi kamu bisa belajar supaya pikiran tidak langsung dipercaya, tidak dibiarkan liar, dan tidak menguasai hidupmu.
Pelan-pelan, kamu akan sadar:
bukan masalahnya yang selalu mengecil tapi kamu yang jadi lebih kuat menghadapinya.
Dan dari situ, stres pun tidak lagi mudah mengambil alih.





