Waspada! Penipuan File APK Berkedok PPS Pemilu 2024 Makin Marak

SUBANG, TINTAHIJAU.com – Penipuan melalui modus kejahatan file.apk lewat WhatsApp dan media sosial kembali menggemparkan masyarakat. Kali ini, penipu menggunakan kedok PPS Pemilu 2024 untuk menjalankan aksinya.

Modus ini mirip dengan penipuan sebelumnya yang menggunakan file apk berkedok undangan yang sempat ramai beberapa waktu lalu.

Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri telah memberikan peringatan terkait hal ini melalui akun Instagram resminya, @ccicpolri, pada Selasa (30/1).

APK, yang merupakan kependekan dari Application Package File, adalah format berkas yang digunakan untuk mendistribusikan dan memasang software serta middleware ke perangkat Android. Namun, berbeda dengan aplikasi resmi yang tersedia di Google Playstore, file apk seringkali tidak tersedia di sana.

Baca Juga:  Situs KPU Tak Bisa Diakses, Komisioner Bilang Karena Ini

Modus penipuan ini seringkali dimanfaatkan untuk mengunggah malware atau program jahat yang dapat memungkinkan pelaku untuk mengakses SMS di perangkat korban dan bahkan menguras rekening mereka.

Menurut Teguh Aprianto, seorang pakar keamanan siber sekaligus pendiri Ethical Hacker Indonesia, teknik penipuan ini tidak jauh berbeda dengan aplikasi ilegal yang dapat mengakses SMS untuk mendapatkan One Time Password (OTP).

“Dalam modus penipuan seperti ini, ketika korban lengah dan menginstal aplikasi tersebut, pelaku akan mendapatkan akses untuk membaca dan mengirimkan SMS. Dari situlah, mereka dapat melakukan berbagai tindakan yang merugikan,” jelasnya seperti dikutip dari laman CNN Indonesia, Selasa (30/1/2024).

Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan, menekankan pentingnya untuk tidak memedulikan kiriman file apk guna mencegah menjadi korban penipuan.

Baca Juga:  Pemiludamaipedia, Ensiklopedia Elektronik Jawab Kebutuhan Informasi Pemilu 2024

“Jangan sekali-kali mendownload apk. APK itu seperti program. Ketika Anda membukanya, pasti akan mengunduh perangkat lunaknya,” ujarnya saat acara Peluncuran Literasi Digital Publik 2022 pada Rabu (1/2).

Pernah terungkap kasus salah satu pembuat program jahat penguras rekening, yang ternyata adalah seorang mahasiswa berinisial AI (20) asal Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, pada tahun 2023.

Dengan demikian, peringatan dan kesadaran akan ancaman penipuan melalui file apk sangatlah penting untuk menjaga keamanan dan privasi data pengguna. Kehati-hatian dalam mengakses dan mengunduh aplikasi adalah kunci untuk menghindari jatuh korban dalam modus penipuan semacam ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: red.tintahijau@gmail.com