JAKARTA, TINTAHIJAU.com — Skoliosis adalah kelainan bentuk tulang belakang yang melengkung ke samping, membentuk pola menyerupai huruf “S” atau “C”. Kondisi ini dapat dialami oleh siapa saja, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Meskipun sering berkembang perlahan tanpa gejala awal yang jelas, skoliosis yang tidak terdeteksi sejak dini dapat berdampak pada postur tubuh, fungsi pernapasan, hingga kualitas hidup penderitanya.
Melansir Cleveland Clinic, ada sejumlah tanda skoliosis yang penting untuk diwaspadai. Salah satunya adalah nyeri punggung, baik di punggung bawah maupun di sepanjang kaki. Sekitar 25 persen anak dengan skoliosis melaporkan rasa nyeri ini. Pada kasus tertentu, penderita juga dapat merasakan nyeri di bahu, dada, atau akibat tekanan pada tulang rusuk. Skoliosis degeneratif yang rentan dialami lansia bahkan bisa memicu kelelahan otot serta sensitivitas saraf.
Ciri lain yang kerap muncul adalah postur tubuh tidak simetris. Lengkungan tulang belakang yang melebihi 10 derajat dapat membuat salah satu bahu atau pinggul terlihat lebih tinggi. Tulang belikat juga bisa tampak menonjol di satu sisi, atau posisi kepala terlihat condong. Bahkan, perbedaan panjang kaki bisa menjadi indikasi adanya kelainan ini.
Pada tahap yang lebih berat, skoliosis dapat menyebabkan gangguan pernapasan. Kelengkungan tulang belakang dapat menekan rongga dada sehingga paru-paru tidak mengembang optimal. Kondisi ini dikenal sebagai thoracic insufficiency syndrome (TIS) dan dapat menimbulkan sesak napas atau rasa cepat lelah saat beraktivitas.
Mengenali tanda-tanda skoliosis sejak dini sangat penting agar penderita mendapatkan penanganan medis yang tepat dan mencegah komplikasi lebih lanjut. Pemeriksaan rutin dan kesadaran terhadap perubahan postur tubuh menjadi langkah awal untuk menjaga kesehatan tulang belakang.





