Bupati Subang H Ruhimat mengingatkan kepada para sarjana baru itu bahwa sarjana bukan dinilai dari gelar yang disandang, akan tetapi akan dinilai oleh masyarakat dari cara berpikir dan bertindak yang cermat dan teliti.
Dengan demikian, Ruhimat mengaskan, para wisudawan/i akan dituntut untuk dapat mengabdikan diri dan mengamalkan ilmu yang telah diraih selama di bangku perkuliahan di lingkungan yang lebih nyata, yaitu di tengah masyarakat.
Bupati mengajak para wisudawan/i untuk merubah paradigma, bukan lagi untuk mencari pekerjaan, tapi menciptakan lapangan pekerjaan.
“Kabupaten Subang sangat membutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas untuk menghadapi perubahan ekonomi. Sarjana ekonomi dan sarjana manajemen Stiesa sangat dibutuhkan oleh Pemda Subang, BUMD, industri dan perusahaan pengelola Kawasan industri, serta berbagai sektor lainnya. Untuk itu Besar harapan saya kepada para wisudawan dan wisudawati agar bisa mendukung kemajuan daerah Subang,” paparnya
Ruhimat optimiatis, lulusan STIESA, mampu bersaing dengan lulusan dari universitas lainnya.
“Saya yakin lulusan Stiesa, walaupun lokal namun berwawasan global, dan bisa bersaing dengan sumber daya manusia dari berbagai daerah, baik nasional maupun internasional,” pungkasnya