WASHINGTON D.C. TINTAHIJAU.com – Pemerintah Amerika Serikat secara mengejutkan membuka kotak pandora yang selama puluhan tahun terkunci rapat dalam klasifikasi militer. Lebih dari 170 berkas rahasia terkait fenomena benda terbang tak dikenal (UFO), atau yang kini secara resmi disebut sebagai Unidentified Aerial Phenomena (UAP), akhirnya dilepas ke hadapan publik.
Perilisan bersejarah ini dilaksanakan pada 8 Mei 2026 melalui situs resmi Departemen Perang AS, atas instruksi langsung Presiden Donald Trump. Langkah transparan ini merupakan tindak lanjut dari pernyataan Trump pada 17 April 2026 di forum Turning Point USA.
“Proses ini sedang berlangsung, dan kami menemukan banyak dokumen yang sangat menarik. Rilis pertama akan dimulai sangat, sangat segera,” ujar Trump kala itu.

Saksi Mata: Dari Ladang Hingga Kokpit Jet Tempur
Dokumen-dokumen yang dipublikasikan mencakup rentang waktu yang sangat panjang, memuat testimoni dari berbagai latar belakang profesi. Salah satu catatan tertua berasal dari 18 Februari 1947, melibatkan seorang petani bernama Leland Sammers di Stockton, California. Sammers melaporkan adanya objek misterius yang mengeluarkan percikan api di atas kediamannya sebelum melesat hilang ke arah barat laut.
Laporan berskala prioritas juga ditemukan dalam bentuk teleks berlabel “URGENT” tertanggal 9 Agustus 1952. Laporan tersebut dikirimkan kepada Direktur FBI saat itu, J. Edgar Hoover, mengenai penampakan “cahaya biru berpinggiran oranye berbentuk piring terbang” oleh dua karyawan pabrik kimia DuPont di Carolina Selatan. Menariknya, dua hari kemudian Hoover membalas pesan tersebut dengan menyatakan pihaknya tidak bertanggung jawab atas laporan itu dan meneruskannya ke Angkatan Udara.
Kejadian aneh lainnya tercatat di Philadelphia pada 27 September 1950. Dua polisi yang sedang berpatroli menemukan objek bercahaya ungu menyerupai kabut dengan diameter 1,8 meter yang jatuh ke tanah. Saat hendak dievakuasi, benda tersebut hancur menjadi residu tak berbau dan lenyap sepenuhnya dalam waktu kurang dari setengah jam.

Misteri di Luar Angkasa
Arsip ini juga menegaskan bahwa fenomena UAP tidak hanya terjadi di atmosfer Bumi. Para astronaut kenamaan pun turut menjadi saksi. Pada misi Gemini 7 tahun 1965, Frank Borman dan Jim Lovell melaporkan keberadaan “bogey” atau objek tak dikenal saat berada di orbit. Hal ini diperkuat dengan temuan catatan tulisan tangan pejabat NASA yang berbunyi: “Penampakan UFO oleh Borman.”
Bahkan, misi pendaratan di Bulan pun tak luput dari anomali. Foto-foto dari misi Apollo 12 (1969) dan Apollo 17 (1972) menunjukkan titik-titik cahaya misterius yang membentuk pola tertentu di atas horizon bulan.
Bukti Visual Era Modern
Bagian yang paling menyita perhatian adalah rekaman video dari sensor inframerah jet tempur militer AS yang baru saja dideklasifikasi:
- 1 Januari 2020: Objek bercahaya terang tertangkap kamera selama lebih dari satu menit di atas wilayah Timur Tengah.
- 1 Januari 2024: Sebuah objek berbentuk menyerupai bola sepak dengan tiga tonjolan serupa sirip terekam melayang sebelum menghilang secara tiba-tiba.
- Tahun 2013: Video berdurasi 106 detik menunjukkan objek berbentuk bintang bersudut delapan yang melakukan manuver ekstrem di depan jet tempur, meninggalkan jejak kontras yang tipis.
Mantan Letnan Ryan Graves, salah satu pilot yang pernah bersinggungan langsung dengan fenomena ini, memberikan deskripsi teknis yang menggetarkan. Kepada majalah Time, ia menggambarkan objek tersebut sebagai “kubus hitam atau abu-abu gelap di dalam bola bening”. Graves bahkan mengungkapkan insiden berbahaya di mana pesawatnya hampir bertabrakan dengan objek tersebut dalam jarak yang hanya terpaut 15 meter.
Belum Ada Kesimpulan Alien
Meski data yang disajikan sangat provokatif, Pentagon bersikap hati-hati dengan tidak memberikan klarifikasi atau penjelasan tambahan. Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi yang mengaitkan objek-objek tersebut dengan entitas luar angkasa (alien).
Pemerintah AS menekankan bahwa dokumen-dokumen ini disajikan “apa adanya”. Sebagian pengamat menilai beberapa kasus mungkin memiliki penjelasan ilmiah yang belum terungkap, namun sisanya tetap menjadi teka-teki besar bagi dunia ilmu pengetahuan dan pertahanan. Departemen Pertahanan AS menjanjikan bahwa rilis dokumen tahap selanjutnya akan dilakukan secara berkala.
Sumber: detikINET





