Teknologi

Bukan Sekadar Fungsi Komputasi, “Cyberdeck” Jadi Ajang Ekspresi Diri

×

Bukan Sekadar Fungsi Komputasi, “Cyberdeck” Jadi Ajang Ekspresi Diri

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, TINTAHIJAU.com — Di tengah dominasi perangkat pabrikan yang seragam, generasi muda kini mulai melirik tren teknologi retro-futuristik yang dikenal sebagai cyberdeck. Komputer portabel rakitan mandiri (do-it-yourself/DIY) ini tengah populer di kalangan Gen Z sebagai simbol ekspresi diri sekaligus penolakan terhadap komersialisasi teknologi massal.

Berbeda dari laptop konvensional, cyberdeck dirakit dari komponen tidak seragam—sering kali memanfaatkan bahan bekas atau daur ulang. Perangkat ini umumnya berbasis sistem papan tunggal (single-board) seperti Raspberry Pi, yang dipadukan dengan layar mini, keyboard, serta casing buatan tangan sesuai kreativitas pemiliknya.

Konsep cyberdeck sendiri berakar dari fiksi ilmiah cyberpunk seperti novel Neuromancer karya William Gibson. Namun, versi modernnya lebih menekankan pada sistem terbuka yang modular, di mana komponennya bebas ditukar, dimodifikasi, dan dirancang ulang tanpa batasan ekosistem korporasi besar.

Di media sosial, khususnya TikTok, para kreator memamerkan ragam fungsi cyberdeck yang disesuaikan dengan kebutuhan personal. Mulai dari konsol game retro era 80-an dan 90-an, server data pribadi offline, media latihan coding, hingga perangkat off-grid untuk menyimpan buku dan musik. Tidak hanya itu, komunitas keamanan siber juga memanfaatkan cyberdeck sebagai platform peretasan portabel atau alat uji coba yang praktis tanpa mengorbankan komputer utama.

Meski fungsional, lonjakan minat terhadap teknologi ini dinilai lebih berakar pada aspek personalisasi. Bagi para pembuatnya, cyberdeck bukan sekadar alat kerja, melainkan media untuk merebut kembali kendali atas teknologi secara mandiri. Gerakan ini bahkan memicu sentimen anti-komersialisasi di dalam komunitas; memproduksi cyberdeck secara massal dianggap akan merusak esensi utama dari hobi yang mengagungkan eksperimen dan kerajinan tangan individu tersebut.