Teknologi

Kabar Gembira, Harga RAM Mulai Turun Setelah Setahun Melonjak Tajam

×

Kabar Gembira, Harga RAM Mulai Turun Setelah Setahun Melonjak Tajam

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, TINTAHIJAU.com – Kabar gembira datang bagi para penghobi rakit PC, pemain game, dan pengguna laptop di seluruh dunia. Setelah setahun didera krisis memori yang menyebabkan harga melambung tinggi, pasar RAM (Random Access Memory) kini mulai menunjukkan tren penurunan harga yang signifikan pada akhir April 2026.

Laporan terbaru menunjukkan bahwa penurunan ini dipicu oleh aksi “cuci gudang” para distributor serta inovasi teknologi kompresi memori dari raksasa teknologi, Google.

Tanda-tanda melunaknya harga komponen vital ini paling terlihat di pasar China. Berdasarkan data per April 2026, harga modul DDR5 SO-DIMM 16 GB (khusus laptop) anjlok hingga 34 persen dibandingkan harga pada Februari lalu.

  • Februari 2026: 1.759 yuan (sekitar Rp 4,3 juta)
  • April 2026: 1.159 yuan (sekitar Rp 2,8 juta)

Tren serupa juga merambah pasar Barat. Di Amerika Serikat, kit RAM DDR5 32 GB dari merek populer seperti Corsair dilaporkan turun hingga 20 persen. Sementara itu, di Jerman, harga tercatat menyusut sekitar 7 persen pada bulan Maret lalu.

Fenomena ini tidak terjadi begitu saja. Setidaknya ada dua faktor utama yang memaksa harga RAM turun ke bumi:

  1. Aksi Cuci Gudang Distributor: Banyak distributor, terutama di China, mulai melepas stok yang mereka timbun saat harga mencapai puncak. Hal ini dilakukan karena permintaan dari konsumen rumahan melemah, sementara vendor kecil tidak lagi sanggup membeli komponen dengan harga selangit.
  2. Efek “TurboQuant” Google: Pengenalan teknik kompresi memori TurboQuant oleh Google pada akhir Maret lalu mengejutkan pasar. Teknologi ini diklaim mampu memangkas penggunaan memori hingga enam kali lipat pada model kecerdasan buatan (AI). Inovasi ini memicu kepanikan di kalangan penimbun stok yang khawatir permintaan dari pusat data besar akan merosot drastis.

Meski tren menunjukkan penurunan, konsumen tetap perlu waspada. Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu, harga saat ini sebenarnya masih sangat tinggi. Sebagai perbandingan, modul yang sekarang seharga Rp 2,8 juta tersebut hanya dibanderol sekitar Rp 600 ribuan pada awal 2025.

“Artinya, meski sudah turun, harga DDR5 saat ini masih hampir 5 kali lipat lebih mahal dibanding kondisi normal sebelumnya,” tulis laporan tersebut seperti yang dikutip dari laman KOMPAS.com, Selasa (28/4/2026).

Bagi Anda yang berencana menambah kapasitas RAM, momen ini mungkin menjadi celah terbaik. Pasalnya, penurunan ini terjadi di pasar spot (transaksi harian). Di sisi lain, harga di pasar kontrak (untuk pabrikan besar/OEM) justru diprediksi akan terus naik pada kuartal kedua 2026.

Riset dari TrendForce memproyeksikan kenaikan harga DRAM konvensional sebesar 58 hingga 63 persen, sementara NAND Flash (untuk SSD) bisa melompat hingga 75 persen dalam waktu dekat.

Tren penurunan harga saat ini adalah “angin segar” yang mungkin bersifat sementara. Bagi perakit PC individu, sekarang adalah saat yang tepat untuk mengamankan komponen sebelum fluktuasi pasar kembali menyeret harga ke level yang lebih tinggi.