SUBANG, TINTAHIJAU.com — Xiaomi kembali menggebrak pasar tablet dengan duet Pad 8 series. Membawa bodi super tipis dan chipset kelas flagship, apakah ini tablet Android yang selama ini Anda tunggu?
THE GOOD:
- Desain aluminium yang sangat tipis (5,8 mm) dan premium.
- Layar 3.2K dengan refresh rate 144Hz yang sangat mulus.
- Performa kelas atas dengan Snapdragon 8 Elite (pada model Pro).
- Paket penjualan sudah termasuk Keyboard dan Stylus.
- Kapasitas baterai besar 9.200 mAh di kedua model.
THE BAD:
- Tidak ada slot kartu microSD untuk ekspansi memori.
- Panel layar masih IPS LCD, belum beralih ke OLED.
- Ukuran layar identik di kedua model (tidak ada opsi layar yang lebih besar untuk versi Pro).
THE BOTTOM LINE: Xiaomi Pad 8 Series adalah pembuktian bahwa tablet Android bisa tampil seksi tanpa mengorbankan performa. Dengan harga mulai dari Rp 7,5 juta, tablet ini memberikan nilai lebih melalui paket aksesori lengkap yang biasanya dijual terpisah oleh kompetitor.

Desain: Estetika Minimalis yang “Sangat Tipis”
Xiaomi tidak main-main dengan aspek portabilitas. Memegang Xiaomi Pad 8 terasa seperti memegang selembar masa depan. Dengan ketebalan hanya 5,8 mm dan berat 485 gram, tablet ini sangat nyaman diselipkan ke dalam tas kerja yang padat sekalipun. Material aluminiumnya memberikan kesan kokoh sekaligus mewah, menjauhkannya dari kesan “tablet murah.”
Layar dan Audio: Pesta Visual 144Hz
Kedua tablet ini dibekali layar 11,2 inci dengan resolusi 3.2K. Meski masih menggunakan panel IPS LCD—bukan OLED—Xiaomi menutupinya dengan refresh rate 144Hz yang membuat navigasi antarmuka HyperOS 3 terasa sangat cair. Rasio aspek 3:2 yang diusungnya juga menjadi nilai plus untuk produktivitas, memberikan ruang vertikal lebih luas saat membaca dokumen atau menyunting spreadsheet.
Untuk urusan audio, sistem empat speaker Dolby Atmos yang disematkan memberikan dentuman suara yang jernih dan lantang, cocok untuk maraton serial Netflix atau panggilan video konferensi.
Performa: Snapdragon 8 Elite Menjadi Bintang
Di sinilah perbedaan mencolok antara keduanya dimulai.
- Xiaomi Pad 8 (Standar): Menggunakan Snapdragon 8s Gen 4. Ini sudah lebih dari cukup untuk multitasking berat dan gaming menengah-atas.
- Xiaomi Pad 8 Pro: Sang “Monster” ini dibekali Snapdragon 8 Elite dan RAM hingga 16 GB. Dalam pengujian kami, performanya sangat responsif, bahkan saat menjalankan aplikasi berat berkat optimasi HyperOS 3 yang berbasis AI.
Satu catatan penting: kedua perangkat ini tidak memiliki slot microSD. Jadi, pilihlah varian penyimpanan (256GB atau 512GB) dengan bijak sejak awal.

Baterai dan Pengisian Daya
Keduanya menggendong baterai 9.200 mAh. Namun, versi Pro unggul dengan HyperCharge 67W, sementara versi standar puas di 45W. Fitur yang cukup unik adalah reverse wired charging 22,5W, yang memungkinkan tablet Anda berubah menjadi power bank darurat untuk ponsel Anda di saat kritis.
Kamera: Lebih dari Sekadar Pelengkap
Biasanya, kamera tablet adalah pemikiran sekunder. Namun, Xiaomi memberikan perhatian lebih pada model Pro dengan sensor utama 50 MP dan kamera depan 32 MP yang sangat tajam untuk keperluan video call. Versi standar tetap mumpuni dengan kamera utama 13 MP, meski jangan berharap kualitasnya setara ponsel flagship.
Harga dan Kesimpulan
Di Indonesia, Xiaomi mematok harga yang cukup kompetitif:
- Xiaomi Pad 8 (12/256 GB): Rp 7.499.000
- Xiaomi Pad 8 Pro (12/256 GB): Rp 9.499.000
Kabar terbaiknya? Anda tidak perlu merogoh kocek lagi untuk produktivitas. Xiaomi menyertakan keyboard dan stylus Focus Pen Pro dalam paket pembelian. Ini adalah langkah berani yang membuat kompetitor seperti Apple atau Samsung terlihat pelit.
Jika Anda membutuhkan tablet untuk bekerja dan hiburan dengan budget di bawah 10 juta, sulit untuk berpaling dari apa yang ditawarkan Xiaomi Pad 8 Series tahun ini.




