Wisata

Jeruk Bali di Singkawang Kalbar Dilelang, Harganya Fantastis

×

Jeruk Bali di Singkawang Kalbar Dilelang, Harganya Fantastis

Sebarkan artikel ini
Jeruk bali dilelang dengan harga Rp 6.890.000 di Festival Cap Go Meh, Singkawang (Femi Diah/detikcom)

SUBANG, TINTAHJAU.com – Harga jeruk bali di Singkawang, Kalimantan Barat, belakangan menjadi perbincangan hangat.

Dalam sebuah acara Festival Cap Go Meh, dua buah jeruk bali berhasil dilelang dengan harga yang fantastis, mendekati angka Rp 7 juta.

Fenomena ini tidak hanya sekadar menimbulkan keheranan, tetapi juga menggambarkan kekayaan budaya dan tradisi lokal yang kental di daerah tersebut.

Jeruk bali yang dilelang bukanlah sembarang jeruk bali. Mereka menjadi bagian dari rangkaian kegiatan dalam Festival Cap Go Meh yang diselenggarakan di area Vihara Tri Dharma Budhi Raya, sebuah wihara bersejarah di Singkawang.

Lelang ini menjadi daya tarik tersendiri bagi warga dan wisatawan yang ingin menyaksikan tradisi unik ini.

Proses lelang jeruk bali dilakukan di hadapan publik, dimulai dari harga awal Rp 3 juta. Penawar kemudian secara bertahap meningkatkan nominalnya hingga mencapai angka tertinggi Rp 6.980.000.

Suasana lelang semakin menarik dengan janji kebahagiaan, keselamatan, dan kesehatan yang dikaitkan dengan jeruk bali tersebut oleh pembawa acara.

Namun, jeruk bali ini tidak sekadar untuk dimakan. Mereka dianggap sebagai simbol keberuntungan dan harus disimpan dengan baik.

Penyimpanannya pun tidak sembarangan, karena harus dijaga sepenuh hati, termasuk menjaga agar tangkai yang menyambungkan dua jeruk bali tersebut tidak putus.

Menariknya, pemenang lelang tidaklah sembarangan. Salah satu warga Singkawang memenangkan lelang tersebut dan memilih untuk menghadiahkan jeruk bali tersebut kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, yang turut hadir dalam acara tersebut.

Hal ini menunjukkan bahwa jeruk bali tersebut memiliki makna yang mendalam bagi masyarakat setempat.

Ketua pelaksana Cap Go Meh Singkawang, Bun Cin Thong, menjelaskan bahwa lelang jeruk bali merupakan bagian dari tradisi tahunan dalam Festival Cap Go Meh. Barang-barang yang dilelang berasal dari sumbangan warga yang bersembahyang di Vihara Tri Dharma Budi Raya.

Hasil dari lelang ini kemudian akan digunakan untuk kegiatan sosial dan kembali disumbangkan untuk kepentingan warga dan keberlangsungan wihara.

Dengan demikian, fenomena lelang jeruk bali dengan harga fantastis di Singkawang tidak hanya sekadar sebuah kegiatan komersial, tetapi juga menjadi cermin dari kearifan lokal dan kekayaan budaya yang perlu dilestarikan dan diapresiasi.

Melalui tradisi-tradisi seperti ini, kita dapat menghargai dan memahami nilai-nilai yang turun-temurun terkandung dalam budaya masyarakat Indonesia.