Wisata

Meski Libur Panjang, Kunjungan Wisata ke Subang dan Purwakarta Justru Menurun

×

Meski Libur Panjang, Kunjungan Wisata ke Subang dan Purwakarta Justru Menurun

Sebarkan artikel ini

SUBANG, TINTAHIJAU.com — Sejumlah destinasi pariwisata unggulan di Kabupaten Subang mencatat lonjakan pengunjung pada libur Tahun Baru 2026, Kamis (1/1/2026). Namun, secara keseluruhan tingkat kunjungan wisatawan dilaporkan mengalami penurunan cukup signifikan dibandingkan periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) tahun-tahun sebelumnya.

Penurunan tersebut dirasakan salah satunya oleh objek wisata pemandian air panas Sari Ater di Kecamatan Ciater. General Manager Sari Ater, Ari Hermowo, mengungkapkan jumlah kunjungan wisatawan tahun ini turun hampir 40 persen. “Dibandingkan tahun-tahun kemarin, kita ada pengurangan hampir 40 persen pengunjung untuk yang tahun sekarang,” ujarnya.

Pada periode Nataru sebelumnya, jumlah kunjungan wisatawan ke Sari Ater biasanya mencapai lebih dari 10.000 orang. Namun, pada musim liburan kali ini, target tersebut diperkirakan tidak tercapai dan hanya terealisasi di bawah angka 10.000 pengunjung.

Kondisi serupa juga terlihat dari arus lalu lintas di Jalur Ciater–Lembang. Petugas kepolisian yang berjaga di pos pengamanan menyebutkan arus kendaraan selama libur Nataru tahun ini relatif lebih lancar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, seiring menurunnya jumlah wisatawan yang datang.

Penurunan tingkat kunjungan juga terjadi di objek wisata Cikao Park, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta. Perwakilan pengelola Cikao Park, Agus Isnaeni, menyebut penurunan kunjungan bahkan diperkirakan mencapai 50 persen dibandingkan momentum Nataru pada tahun-tahun sebelumnya.

“Kemungkinan dampak ekonomi yang utama, kemudian juga ada beberapa daerah di kita yang dilanda bencana. Mungkin itu juga menjadi salah satu faktor yang mengurangi tingkat kunjungan,” kata Agus.

Meski mengalami penurunan, Cikao Park masih menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan dari dalam maupun luar Purwakarta. Pengunjung masih memadati sejumlah wahana, seperti kolam renang dengan ombak buatan serta taman satwa yang menampilkan berbagai jenis hewan eksotis.

Sementara itu, di tingkat nasional, Kementerian Pariwisata tetap menargetkan peningkatan kunjungan wisatawan meskipun kondisi perekonomian nasional tengah melambat dan sejumlah wilayah terdampak bencana alam. Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata, Hariyanto, menyebut target peningkatan kunjungan wisatawan nasional dipatok sekitar 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Target peningkatan kunjungan wisatawan nasional sekitar 20 persen dibanding tahun lalu,” ujarnya.

Hariyanto menambahkan, wilayah Jawa Barat bukan tujuan utama wisatawan secara nasional. Destinasi yang paling banyak dikunjungi saat ini berada di Jawa Tengah dan Jawa Timur, dengan Yogyakarta sebagai kota tujuan utama. Ironisnya, pergerakan wisatawan terbesar selama libur Nataru justru berasal dari Jawa Barat.

Berdasarkan survei nasional Kementerian Perhubungan, pergerakan wisatawan dari Jawa Barat mencapai sekitar 16,9 persen atau setara 20,26 juta orang. Lonjakan wisatawan selama periode Nataru sendiri tercatat mulai terjadi sejak 21 Desember 2025 dan diperkirakan kembali meningkat pada 2–4 Januari 2026.

Untuk memastikan keamanan dan kenyamanan wisatawan, Kementerian Pariwisata telah melakukan visitasi ke sekitar 60 destinasi wisata di berbagai daerah. Kunjungan wisatawan tersebut diharapkan tidak hanya berdampak pada pengelola objek wisata, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian masyarakat di sekitar kawasan wisata.