Profil

Dua Dekade Bergelut di Dunia Teknis, H. Ahmad Amin Akhirnya Pimpin Dinas PUPR Subang

×

Dua Dekade Bergelut di Dunia Teknis, H. Ahmad Amin Akhirnya Pimpin Dinas PUPR Subang

Sebarkan artikel ini

SUBANG, TINTAHIJAU.COM — Tidak ada jalan yang benar-benar lurus dalam perjalanan karier H. Ahmad Amin, ST., M.Si. Birokrat kelahiran 1979 ini memahami betul bahwa jabatan bukan hadiah instan, melainkan hasil dari kesabaran, konsistensi, dan keberanian untuk bangkit setelah kegagalan.

Tanggal 9 Januari 2026, langkah Amin akhirnya berlabuh di titik yang selama ini ia perjuangkan. Di hadapan publik, ia resmi dilantik sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Subang dalam sebuah prosesi terbuka di Alun-Alun Pemkab Subang.

Bagi Amin, momen tersebut bukan sekadar seremoni jabatan. Ia adalah penanda perjalanan panjang—bahkan berliku—yang telah ditempuh selama lebih dari dua dekade mengabdi di birokrasi teknis.

Pernah Gagal, Tapi Tidak Mundur

Tak banyak yang tahu, sebelum akhirnya dilantik, Ahmad Amin pernah gagal dalam proses seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi pratama. Open bidding yang diikutinya kala itu belum berpihak. Namun, kegagalan tersebut tidak membuatnya menjauh dari tugas dan tanggung jawab.

Ia tetap bekerja di lapangan, mengurus jalan rusak, perencanaan teknis, hingga pengendalian mutu pembangunan. “Bekerja saja dulu sebaik mungkin,” menjadi prinsip yang ia pegang.

Kesempatan kedua datang pada November 2025, saat Pemkab Subang kembali membuka proses open bidding. Kali ini, Amin kembali maju—dengan pengalaman yang lebih matang dan visi yang lebih tajam. Proses panjang itu akhirnya berujung manis.

Anak Daerah dengan Akar Kuat

Ahmad Amin bukan sosok yang datang tiba-tiba ke puncak birokrasi. Ia tumbuh dari bangku SD Negeri 1 Batang Subang, melanjutkan ke MTs Darul Ma’arif Pamanukan, lalu SMA Negeri 1 Cirebon.

Pendidikan tingginya ditempuh di Universitas Lampung, jurusan Teknik Sipil, sebelum memperdalam administrasi publik di Jakarta.
Kariernya pun dimulai dari bawah. Dari jabatan teknis hingga struktural, Amin pernah merasakan dinamika hampir seluruh bidang di Dinas PUPR: jalan, jembatan, cipta karya, pengawasan, hingga sekretariat.

Rekan-rekannya mengenal Amin sebagai pejabat yang lebih sering turun ke lapangan ketimbang duduk lama di balik meja.

Infrastruktur yang Berangkat dari Data dan Kebutuhan Warga

Dalam catatan visi pribadinya, Amin menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur berbasis data dan fakta lapangan, bukan sekadar rutinitas proyek tahunan. Ia percaya, jalan, jembatan, dan bangunan publik harus menjawab kebutuhan nyata masyarakat.

Baginya, pembangunan bukan hanya soal beton dan aspal, tetapi tentang kehadiran negara dalam kehidupan sehari-hari warga—mulai dari akses ekonomi, keselamatan, hingga keadilan pelayanan.
Titik Awal, Bukan Garis Akhir

Pelantikan 9 Januari 2026 bukanlah garis akhir perjalanan H. Ahmad Amin. Justru, itu adalah titik awal tanggung jawab yang lebih besar. Dari kegagalan yang pernah ia rasakan, Amin membawa pelajaran penting: bahwa proses panjang sering kali melahirkan pemimpin yang lebih matang.

Kini, Subang menaruh harapan pada sosok yang pernah jatuh, bangkit, dan akhirnya dipercaya memimpin urusan infrastruktur daerah.