SUBANG, TINTAHIJAU.COM – Kabupaten Subang dikenal sebagai salah satu daerah dengan potensi perikanan air tawar yang cukup menjanjikan di Jawa Barat. Produksi ikan tawar dari daerah ini tidak hanya mampu mencukupi kebutuhan masyarakat lokal, tetapi juga telah memasok pasar ke sejumlah daerah lain di Jawa Barat hingga DKI Jakarta.
Dinas Perikanan Kabupaten Subang mencatat, saat ini terdapat sekitar 2.000 pelaku usaha budi daya ikan tawar yang aktif mengembangkan usaha mereka, mulai dari skala kecil hingga menengah.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Subang, Agung Nugroho, mengatakan bahwa pihaknya terus mendorong penguatan sektor perikanan melalui berbagai strategi sayemberdayaan yang terintegrasi.
“Budi daya ikan tawar menjadi salah satu sektor penting dalam mendukung ketahanan pangan dan peningkatan ekonomi masyarakat Subang. Karena itu, kami fokus pada penguatan dari hulu sampai hilir,” ujarnya.
Empat Strategi Utama
Menurut Agung, terdapat empat strategi utama yang saat ini dijalankan oleh Dinas Perikanan Subang.
- Penguatan Pembenihan Ikan Tawar
Jenis ikan yang menjadi prioritas utama adalah ikan nila, karena dapat dikonsumsi oleh seluruh lapisan masyarakat serta memiliki harga yang relatif terjangkau.
“Nila permintaannya stabil dan pasarnya luas. Ini sangat cocok untuk dikembangkan oleh pembudi daya, baik pemula maupun yang sudah berpengalaman,” jelasnya.
- Bantuan Fasilitas untuk Pembudi Daya
Pemerintah daerah juga menyalurkan berbagai bentuk bantuan sarana dan prasarana, seperti kolam, benih, pakan, hingga peralatan penunjang lainnya, guna meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha.
- Rekayasa dan Inovasi Teknologi Budi Daya
Dinas Perikanan mendorong penerapan teknologi dan rekayasa budi daya, termasuk pengelolaan kualitas air, pola pemberian pakan, serta sistem pemeliharaan yang lebih modern agar hasil panen meningkat dan risiko kematian ikan dapat ditekan.
- Pengolahan Hasil Perikanan untuk Pemasaran
Selain fokus pada produksi, pemerintah daerah juga mengembangkan sektor pengolahan ikan agar memiliki nilai tambah, seperti produk olahan beku, abon ikan, hingga olahan siap saji yang lebih mudah dipasarkan ke luar daerah.
Data Subsektor Pembenihan Ikan Air Tawar 2024
Dinas Perikanan Kabupaten Subang juga mencatat, pada subsektor pembenihan ikan air tawar terdapat 1.900 Rumah Tangga Perikanan (RTP) dengan jumlah tenaga kerja mencapai 2.821 orang.
Fasilitas pembenihan yang tersedia meliputi:
- Kolam induk: 77.185 m² (2.477 petak)
- Kolam pemijahan: 69.467 m²
- Kolam larva/benih: 7.506.570 m² (3.161 petak)
- Pompa air: 16.013 unit
- Alat uji kualitas air: 2 unit
Sepanjang tahun 2024, produksi benih ikan mencapai 5.512.000 ekor, dengan jumlah benih yang ditebar sebanyak 274.970 ekor. Sementara itu, nilai produksi dari penjualan benih ikan tercatat mencapai sekitar Rp3,48 miliar.
Data tersebut menunjukkan bahwa subsektor pembenihan menjadi salah satu tulang punggung penting dalam mendukung keberlanjutan budi daya ikan tawar di Kabupaten Subang.
Dorong Ekonomi Lokal
Dengan potensi pasar yang terus berkembang dan dukungan kebijakan pemerintah daerah, sektor perikanan air tawar di Subang diharapkan mampu menjadi salah satu penggerak utama ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan.
Dinas Perikanan optimistis, melalui program pemberdayaan yang berkelanjutan, kesejahteraan para pembudi daya ikan akan semakin meningkat dan posisi Subang sebagai salah satu sentra ikan tawar di Jawa Barat akan semakin kuat.





