Pemerintahan

Bupati Subang Tegaskan Evaluasi 6 Bulan: Kepala OPD Tak Capai Target Siap-siap Dimutasi

×

Bupati Subang Tegaskan Evaluasi 6 Bulan: Kepala OPD Tak Capai Target Siap-siap Dimutasi

Sebarkan artikel ini

SUBANG, TINTAHIJAU.COM — Pesan keras disampaikan Reynaldy Putra Andita saat melantik delapan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama hasil open bidding di Amphitheater Tugu Benteng Pancasila, Alun-Alun Kabupaten Subang, Jumat (9/1/2026).

Pelantikan yang digelar di ruang terbuka di bawah terik matahari itu menjadi simbol dimulainya era kerja cepat, tanpa zona nyaman, bagi jajaran eselon II Pemkab Subang.


Reynaldy menegaskan, para pejabat baru wajib segera mengikuti ritme kepemimpinannya dan beradaptasi cepat. Target yang telah ditetapkan pemerintah daerah, kata dia, tidak bisa ditawar dan harus tercapai dalam tahun berjalan.


“Saya ingin mereka bisa segera mengikuti ritme saya. Target yang saya kejar tahun ini harus tercapai,” tegas Reynaldy.


Delapan pejabat yang dilantik disebut sebagai “tenaga baru” strategis di level eselon II. Namun, sejak hari pertama, mereka langsung dibebani target kinerja yang konkret dan terukur. Bupati memastikan tidak ada masa bulan madu pascapelantikan.


Fokus utama Pemkab Subang, lanjut Reynaldy, mencakup penyelesaian infrastruktur jalan, yang pada tahun lalu telah mencapai 92 kilometer, serta persoalan mendesak lain seperti kekeringan di wilayah Pantura, sektor pertanian, dan penanganan sampah yang hingga kini masih menjadi pekerjaan rumah serius.


“Semua kepala dinas yang hari ini dilantik langsung saya kasih target. Setelah ini saya dan Pak Sekda akan merapatkan dan menetapkan target kerja mereka,” ujarnya.


Yang paling tegas, Reynaldy menetapkan batas evaluasi enam bulan. Dalam kurun waktu itu, kinerja para kepala OPD akan dinilai secara terbuka. Ia juga membuka ruang partisipasi publik dan internal birokrasi untuk melaporkan kepala dinas yang dinilai tidak becus atau tidak sejalan dengan target pembangunan.


“Saya kasih waktu enam bulan untuk dievaluasi. Kalau kinerjanya tidak sesuai, silakan laporkan ke saya. Itu akan jadi bahan pertimbangan untuk memindahkan yang bersangkutan,” kata Reynaldy, lugas.


Bupati menegaskan, tidak boleh ada pejabat yang merasa aman setelah dilantik. Jabatan, menurutnya, adalah amanah dengan tanggung jawab besar yang harus segera ditunaikan.


“Tidak boleh nyaman-nyamanan. Begitu dilantik, mereka punya tugas besar yang harus segera diselesaikan,” tandasnya.


Dengan ultimatum mutasi terbuka ini, Reynaldy mengirim sinyal jelas: jabatan di Pemkab Subang kini sepenuhnya ditentukan oleh kinerja, bukan sekadar hasil seleksi.