Ragam

Anggota Komisi I DPR RI Soroti Penguatan Keamanan Laut di Tengah Ancaman Global

×

Anggota Komisi I DPR RI Soroti Penguatan Keamanan Laut di Tengah Ancaman Global

Sebarkan artikel ini

SUBANG, TINTAHIJAU.COM- Anggota Komisi I DPR RI, Elita Budiati, menegaskan pentingnya penguatan sistem keamanan laut nasional di tengah meningkatnya ancaman geopolitik dan eskalasi konflik di berbagai kawasan dunia.

Menurut Elita, sektor maritim saat ini tidak hanya berfungsi sebagai jalur perdagangan, tetapi telah berkembang menjadi ruang strategis yang rawan terhadap gangguan keamanan, mulai dari pelanggaran wilayah, aktivitas intelijen asing, penyelundupan, hingga potensi konflik antarnegara.

Hal tersebut disampaikannya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) dan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (19/1/2026).

“Keamanan laut bukan lagi isu sekunder. Dengan posisi Indonesia di jalur pelayaran internasional, perairan kita sangat rentan terhadap infiltrasi, provokasi, dan berbagai bentuk ancaman non-militer maupun militer,” ujar Elita.

Ia menekankan, kondisi geografis Indonesia yang berada di persimpangan perdagangan dunia menjadikan wilayah perairan nasional sebagai titik strategis sekaligus titik rawan dalam peta keamanan global.

Elita menyebut, meningkatnya ketegangan geopolitik dunia berpotensi berdampak langsung pada stabilitas keamanan nasional, termasuk di wilayah laut Indonesia.

“Situasi global semakin tidak menentu. Beberapa peristiwa internasional, termasuk insiden di Madura beberapa waktu lalu hingga dinamika keamanan di kawasan Arktik, menjadi sinyal bahwa ancaman terhadap keamanan maritim semakin kompleks dan tidak bisa diabaikan,” katanya.

Dalam forum tersebut, Elita juga mempertanyakan tingkat kesiapan Bakamla RI dalam mengantisipasi eskalasi ancaman keamanan laut, khususnya melalui pengembangan National Maritime Security System (NMSS).

NMSS merupakan sistem pengamanan terpadu yang dirancang untuk memperkuat pengawasan wilayah laut secara real-time, meningkatkan kemampuan deteksi dini, serta mengintegrasikan data intelijen dan pengawasan lintas lembaga.

“NMSS harus menjadi benteng utama sistem keamanan laut Indonesia. Tanpa sistem yang kuat, terintegrasi, dan responsif, kita akan selalu berada dalam posisi reaktif, bukan preventif,” tegasnya.

Elita berharap, penguatan teknologi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta koordinasi antarlembaga dapat menjadi prioritas pemerintah guna menjaga kedaulatan dan keamanan laut Indonesia di tengah meningkatnya ketidakpastian global.