SUBANG, TINTAHIJAU.COM – Melihat besarnya potensi komoditas perikanan di Kabupaten Subang, Pemerintah Daerah melalui Dinas Perikanan terus memperkuat pengembangan sektor budidaya air tawar dan perikanan tambak sepanjang tahun 2024.
Upaya ini dilakukan untuk menjaga ketahanan pangan, meningkatkan produksi ikan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat perdesaan dan pesisir.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Subang, Agung Nugroho, mengatakan sektor perikanan budidaya memiliki peran strategis dalam struktur ekonomi daerah. Menurutnya, dukungan terhadap pembudidaya terus diperkuat melalui penyediaan sarana produksi, peningkatan teknologi, serta pendampingan teknis di lapangan.
“Subang memiliki karakter wilayah yang sangat mendukung untuk perikanan budidaya, baik air tawar maupun tambak. Potensi ini harus dikelola secara optimal agar mampu menopang ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Agung Nugroho.
Ribuan RTP Terlibat di Sektor Pembenihan
Pada subsektor pembenihan ikan air tawar, Dinas Perikanan mencatat terdapat 1.900 rumah tangga perikanan (RTP) yang menyerap 2.821 tenaga kerja. Fasilitas produksi meliputi kolam induk seluas 77.185 meter persegi, kolam pemijahan 69.467 meter persegi, serta kolam larva dan benih mencapai 7,5 juta meter persegi.
Sepanjang 2024, produksi benih ikan air tawar mencapai 5,5 juta ekor. Dari jumlah tersebut, sebagian besar disalurkan untuk kebutuhan budidaya lokal, sementara sisanya dipasarkan ke luar daerah dengan nilai produksi mencapai sekitar Rp3,48 miliar.
Produksi Kolam Air Tenang Tembus 15 Ribu Ton
Sektor budidaya kolam air tenang juga menunjukkan kontribusi besar. Tercatat sebanyak 2.436 RTP mengelola lahan budidaya seluas 1,58 juta meter persegi dengan melibatkan 2.436 tenaga kerja.
Penggunaan sarana produksi sepanjang tahun meliputi 275.042 ekor benih, 26.300 ton pakan, serta ribuan ton pupuk organik dan kapur untuk menjaga kualitas kolam. Hasilnya, produksi ikan dari kolam air tenang mencapai 15.719,39 ton, dengan nilai produksi benih sekitar Rp356,36 juta.
Kolam Air Deras dan Tambak Jadi Penopang Produksi
Selain itu, budidaya kolam air deras melibatkan 980 RTP dengan luas lahan 72.300 meter persegi dan tenaga kerja sekitar 2.000 orang. Produksi ikan dari subsektor ini mencapai 6.325 ton dengan nilai produksi benih sebesar Rp162,96 juta.
Sementara itu, subsektor perikanan tambak menjadi penyumbang produksi terbesar di Kabupaten Subang. Data Dinas Perikanan menunjukkan terdapat 2.562 RTP yang mengelola lahan seluas 7.186,06 hektare, dengan tenaga kerja mencapai 3.200 orang.
Sepanjang 2024, produksi ikan dari tambak mencapai 30.878,6 ton. Nilai produksi benih ikan tambak tercatat sekitar Rp921,05 juta, dengan penggunaan sarana produksi berupa ratusan ribu benih, lebih dari 156 ribu ton pakan, serta berbagai sarana pendukung seperti pompa air, kincir air, dan alat uji kualitas air.
Dorong Teknologi dan Keberlanjutan
Agung Nugroho menambahkan, pengembangan perikanan budidaya ke depan tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga pada aspek keberlanjutan lingkungan dan efisiensi usaha.
“Kami terus mendorong penerapan teknologi budidaya yang ramah lingkungan, pengelolaan kualitas air, serta penguatan kapasitas pembudidaya. Dengan begitu, sektor ini bisa tumbuh stabil dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Subang,” katanya.





