Ragam

RSUD Subang Ungkap di Balik 28 Hari Perjuangan Hormonal Perempuan

×

RSUD Subang Ungkap di Balik 28 Hari Perjuangan Hormonal Perempuan

Sebarkan artikel ini

SUBANG, TINTAHIJAU.COM – Perubahan suasana hati pada perempuan kerap disalahpahami sebagai sikap berlebihan atau tidak stabil. Padahal, secara medis kondisi tersebut berkaitan erat dengan perubahan hormon dalam siklus menstruasi.

Melalui unggahan edukatif, RSUD Subang menjelaskan bahwa dalam satu siklus menstruasi sekitar 28 hari, hanya terdapat kurang lebih 12 hari ketika hormon berada pada kondisi paling mendukung suasana hati yang stabil dan bahagia. Selebihnya, tubuh perempuan bekerja keras menyesuaikan perubahan hormon yang berdampak pada fisik maupun mental.

Empat Fase Siklus Menstruasi

  1. Fase Menstruasi (Hari 1–7)

Pada fase ini, tubuh mengalami peluruhan dinding rahim. Kondisi yang umum dirasakan antara lain tubuh lemas, kram perut, serta suasana hati yang mudah berubah (mood swing).

“Di masa ini perempuan sangat membutuhkan dukungan emosional, pengertian, dan kesabaran ekstra dari lingkungan sekitar,” tulis keterangan edukasi RSUD Subang.

  1. Fase Folikular (Hari 8–13)

Setelah menstruasi selesai, hormon estrogen mulai meningkat. Energi perlahan kembali, mood lebih stabil, dan produktivitas meningkat.

Perempuan biasanya merasa lebih segar, fokus, dan bersemangat menjalani aktivitas sehari-hari.

  1. Fase Ovulasi (Hari 14)

Fase ini kerap disebut sebagai “golden days”. Hormon estrogen berada di puncaknya, sehingga suasana hati cenderung paling baik, rasa percaya diri meningkat, komunikasi lebih lancar, dan aura terlihat lebih positif.

  1. Fase Luteal (Hari 15–28)

Memasuki fase ini, hormon progesteron meningkat dan dapat memicu gejala PMS (Premenstrual Syndrome), seperti:

  • Mudah sensitif atau emosional
  • Cepat lelah
  • Sulit fokus
  • Craving makanan manis
  • Perubahan mood yang lebih tajam

Kondisi ini bukanlah rekayasa, melainkan reaksi alami tubuh terhadap fluktuasi hormon.

Hanya 12 Hari Mood Paling Stabil

Dari keseluruhan siklus, fase folikular akhir hingga ovulasi menjadi periode paling nyaman secara emosional. Sisanya, perempuan harus beradaptasi dengan perubahan hormon yang tidak ringan.

“Ini adalah perjuangan fisik dan mental yang nyata bagi perempuan setiap bulannya,” tulis pihak RSUD Subang dalam pesannya.

Pentingnya Empati dan Edukasi

RSUD Subang mengajak para suami, pasangan, serta masyarakat untuk lebih memahami kondisi biologis ini agar tidak mudah menghakimi.

Dengan pemahaman yang tepat, diharapkan hubungan sosial dan keluarga menjadi lebih sehat, suportif, dan penuh empati.

Konsultasi Kesehatan Reproduksi

Bagi masyarakat yang memiliki keluhan terkait kesehatan rahim atau siklus menstruasi, RSUD Subang membuka layanan konsultasi di:

Poliklinik Kebidanan dan Kandungan RSUD Subang

Pihak rumah sakit juga mengajak perempuan untuk rutin memeriksakan kesehatan reproduksi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup.

“Mari jaga kesehatan reproduksi untuk masa depan yang lebih sehat dan bahagia.”