Ragam

Libatkan Lintas Sektoral, Kelurahan Sukamelang Gelar Aksi Bersih-Bersih Situ Saeur Subang

×

Libatkan Lintas Sektoral, Kelurahan Sukamelang Gelar Aksi Bersih-Bersih Situ Saeur Subang

Sebarkan artikel ini

SUBANG, TINTAHIJAU.COM – Pemerintah Kelurahan Sukamelang bersama Kecamatan Subang menggelar aksi bersih-bersih Situ Saeur yang merupakan aset milik Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Sabtu (24/1/2026). Kegiatan ini dikemas dalam agenda Gebyar Gotong Royong Lingkungan Pembersihan Situ Sukamelang dan diikuti ratusan warga.

Lurah Sukamelang, Anas Hamzah, mengatakan kegiatan tersebut melibatkan masyarakat dari seluruh kelurahan di Kecamatan Subang, serta warga dari Desa Jabong dan Desa Gunungsari.

“Gebyar gotong royong ini diikuti ratusan warga dari seluruh kelurahan se-Kecamatan Subang, juga dari Desa Jabong dan Gunungsari. Ini bentuk kepedulian bersama terhadap situ yang kita miliki,” ujarnya.

Kegiatan bakti sosial ini turut dimeriahkan dengan pertunjukan kesenian tradisional, sehingga suasana gotong royong terasa lebih semarak dan penuh kebersamaan.

Untuk mendukung proses pembersihan, panitia menurunkan dua unit alat berat beko guna mengangkat sedimentasi dan tumpukan material di sekitar situ. Sementara itu, sebagian masyarakat turun langsung ke perairan untuk membersihkan eceng gondok yang selama ini menghambat aliran air dan mengurangi daya tampung situ.

Anas Hamzah menegaskan, kegiatan ini tidak bersifat seremonial semata, melainkan akan dilakukan secara berkelanjutan.

“Ini bukan kegiatan sekali saja. Pembersihan eceng gondok akan terus dilakukan, termasuk normalisasi situ supaya tidak dangkal,” jelasnya.
Ia menambahkan, keberadaan situ merupakan aset lingkungan yang sangat penting dan tidak dimiliki oleh semua daerah.

“Tidak semua wilayah punya situ seperti ini. Manfaatnya banyak sekali, selain sebagai resapan air, juga mencegah banjir karena bisa menjadi tempat penampungan air,” katanya.
Lebih jauh, Situ Saeur juga diproyeksikan sebagai wisata air untuk warga, apabila kondisi kebersihan dan kedalamannya tetap terjaga.

“Ke depan, kami proyeksikan bisa menjadi wisata air masyarakat. Maka dari itu, melalui gerakan ini kami ingin melibatkan warga agar lebih sadar, lebih ‘ngeh’, bahwa menjaga situ adalah tanggung jawab bersama,” tambahnya.

Hal senada disampaikan Asisten Daerah (Asda) Subang, Memet Nurrhikmat. Ia menegaskan bahwa keberadaan situ merupakan potensi besar yang tidak dimiliki oleh semua wilayah.

“Ini manfaatnya banyak sekali, tidak semua daerah punya situ seperti ini. Hanya beberapa daerah saja yang memiliki,” ujarnya.

Menurut Memet, selain berfungsi sebagai kawasan resapan air, situ juga memiliki peran penting dalam pengendalian banjir dan penampungan air.
“Selain untuk resapan air, situ ini juga mencegah banjir karena bisa menjadi tempat penampungan air. Ke depan juga bisa dipotensikan menjadi kawasan wisata,” katanya.

Ia menambahkan, gerakan gotong royong yang digagas Kelurahan Sukamelang merupakan langkah tepat untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat.

“Makanya Pak Lurah mengharapkan melalui gerakan ini bisa melibatkan masyarakat supaya lebih sadar, lebih ‘ngeh’, untuk bersama-sama menjaga situ,” tandasnya.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah daerah, perangkat desa, lembaga teknis, aparat keamanan, serta organisasi kemasyarakatan. Kehadiran pihak BBWS sebagai pemilik aset memperkuat komitmen bahwa Situ Saeur akan terus dijaga sebagai bagian dari sistem pengendalian banjir dan konservasi sumber daya air di Kabupaten Subang.

Dengan adanya aksi bersih-bersih yang dilakukan secara berkesinambungan ini, Pemerintah Kelurahan Sukamelang berharap kondisi Situ Saeur semakin terawat, tidak mengalami pendangkalan, serta mampu memberikan manfaat jangka panjang sebagai kawasan resapan air, pengendali banjir, dan ruang wisata air bagi masyarakat Subang.