JAKARTA, TINTAHIJAU.com — Publik kembali menaruh perhatian besar pada Epstein Files, kumpulan dokumen raksasa yang merekam jejak kasus perdagangan dan prostitusi anak yang menjerat mendiang Jeffrey Epstein. Untuk membantu masyarakat memahami isi berkas tersebut, kini hadir sebuah situs bernama Jmail.world yang dapat diakses secara gratis.
Epstein Files diketahui berisi jutaan halaman dokumen, foto, hingga video milik Jeffrey Epstein. Jumlahnya disebut mencapai lebih dari enam juta halaman, sehingga membuat banyak orang kesulitan menelusuri isinya secara menyeluruh, meskipun dokumen tersebut telah dibuka untuk umum.
Kasus Epstein kembali menjadi sorotan karena ia merupakan terpidana kejahatan perdagangan dan prostitusi anak, dengan korban yang disebut mencapai ratusan orang. Perhatian publik semakin besar lantaran Epstein diduga memiliki hubungan transaksi dengan sejumlah tokoh ternama dunia, serta menyimpan berbagai rahasia penting.
Dokumen Epstein Files sendiri diunggah oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat setelah Kongres mengesahkan undang-undang baru yang mewajibkan seluruh berkas kasus tersebut dirilis secara penuh. Rilis dokumen dilakukan pada 19 Desember 2025 dan mencakup hasil penyelidikan yang dikumpulkan aparat penegak hukum AS.
Di tengah kompleksitas dokumen tersebut, Jmail World hadir sebagai platform yang menyederhanakan proses pencarian dan pembacaan berkas Epstein Files. Informasi mengenai situs ini pertama kali ramai diperbincangkan melalui unggahan akun Twitter @miskinTv_ pada 2 Februari 2026.
“Jmail.world ternyata merupakan kloningan emailnya Epstein. Gak cuma email, ternyata ada foto-foto unggahannya juga,” tulis akun tersebut.
Saat mengakses Jmail.world, pengguna akan diarahkan ke tampilan yang menyerupai layanan Gmail. Di dalamnya, tersedia seluruh pesan email yang pernah dikirim dan diterima Epstein melalui email pribadinya. Nama-nama tertentu, mulai dari Sarah Kellen hingga Elon Musk, dicantumkan untuk memudahkan proses pencarian data.
Selain email, situs ini juga menyediakan berbagai fitur lain seperti Jphotos, Jdrive, Jflights, JVR, Jamazon, Jemini, Jotify, Jmessage, hingga Jacebook. Seluruh fitur tersebut disusun berdasarkan data yang pernah dibagikan atau terkait dengan aktivitas Jeffrey Epstein, termasuk foto, riwayat pembelian, rute penerbangan pesawat, hingga unggahan media sosial yang pernah menandainya.
Diketahui, Jmail World dibuat oleh seorang pengembang bernama Luke Igel. Hingga kini, ia masih terus memperbarui dan mengunggah dokumen baru ke dalam situs tersebut.
“Sedang memproses sejuta dokumen baru! Semuanya akan bisa dilihat segera,” tulis Luke Igel melalui akun Twitter pribadinya, @lukeigel, pada 31 Januari 2026.
Kehadiran Jmail.world pun menjadi sorotan publik, karena dinilai mempermudah masyarakat dalam menelusuri dan memahami isi Epstein Files yang selama ini dikenal sangat masif dan kompleks.


