JAKARTA, TINTAHIJAU.com — Kasus kematian Jeffrey Epstein kembali menjadi sorotan setelah pengadilan Amerika Serikat merilis surat yang diduga ditulis Epstein sebelum bunuh diri di penjara New York pada 2019 lalu.
Epstein diketahui meninggal dunia pada Sabtu, 10 Agustus 2019, saat ditahan di Metropolitan Correctional Center (MCC), New York, sambil menunggu persidangan atas tuduhan perdagangan seks terhadap gadis di bawah umur. Berdasarkan laporan sejumlah sumber anonim kala itu, Epstein ditemukan tewas gantung diri di dalam sel tahanannya.
Sebelum meninggal, Epstein sempat ditempatkan dalam pengawasan bunuh diri oleh otoritas penjara. Namun, sejumlah laporan media Amerika Serikat menyebut pengawasan tersebut telah dicabut saat ia akhirnya mengakhiri hidupnya.
Laporan media juga mengungkap kondisi penjara MCC saat itu mengalami kekurangan staf. Para sipir disebut bekerja lembur dan Epstein dibiarkan sendirian tanpa teman satu sel ketika kejadian terjadi.
Dalam kasus yang menjeratnya, jaksa federal menuduh Epstein mengeksploitasi secara seksual belasan remaja perempuan di bawah umur, dengan korban termuda berusia 14 tahun. Dugaan tindak pidana itu disebut berlangsung antara 2002 hingga 2005 di sejumlah properti miliknya di Manhattan, New York, dan Palm Beach, Florida.
Jika terbukti bersalah, Epstein terancam hukuman maksimal 45 tahun penjara. Namun selama proses hukum berjalan, ia terus membantah seluruh dakwaan yang ditujukan kepadanya.
Surat yang diduga ditulis Epstein akhirnya dibuka ke publik setelah bertahun-tahun disegel sebagai bagian dari proses pidana mantan teman satu selnya. Dokumen tersebut dirilis oleh Hakim Kenneth Karas setelah adanya permintaan dari media The New York Times.
Dalam surat itu, Epstein kembali membantah tuduhan yang diarahkan kepadanya.
“Mereka menyelidiki saya selama berbulan-bulan — TIDAK MENEMUKAN APA PUN!!!” tulis Epstein dalam surat yang dibuat di atas kertas bergaris seperti yang dilansir dari laman detikcom.
Ia juga menuliskan kalimat bernada emosional mengenai keputusan mengakhiri hidupnya.
“Sungguh menyenangkan bisa memilih waktu untuk mengucapkan selamat tinggal,” demikian isi surat tersebut.
Pada bagian akhir surat, Epstein menulis, “Apa yang kau ingin aku lakukan — Menangis tersedu-sedu!! Tidak menyenangkan — TIDAK BERHARGA!!”
Meski telah dirilis pengadilan, dokumen tersebut hingga kini disebut belum diverifikasi secara resmi keasliannya. Namun kemunculan surat itu kembali memicu perdebatan publik terkait kematian Epstein yang sejak awal dipenuhi berbagai spekulasi.
Sorotan terhadap kasus Epstein semakin besar setelah Departemen Kehakiman Amerika Serikat merilis dokumen-dokumen penyelidikan kasus yang dikenal sebagai “Epstein Files” pada akhir 2025.
Berkas yang dipublikasikan ke publik itu memuat sejumlah foto dan dokumen yang sebagian telah disensor oleh pemerintah AS di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump.
Beberapa foto memperlihatkan mantan Presiden AS Bill Clinton bersama Epstein. Nama lain yang turut muncul dalam dokumen tersebut antara lain vokalis Mick Jagger dari The Rolling Stones.
Dokumen lain juga memuat foto-foto yang disensor karena menampilkan sosok telanjang atau berpakaian minim. Ada pula gambar yang menunjukkan Epstein bersama sejumlah rekannya sambil membawa senjata api.
Salah satu foto yang menjadi perhatian publik memperlihatkan Bill Clinton tampak bersandar di bak mandi air panas, sementara foto lainnya menunjukkan Clinton berenang bersama seorang perempuan yang diduga Ghislaine Maxwell.
Donald Trump sendiri diketahui pernah memiliki hubungan pertemanan dengan Epstein di masa lalu. Pemerintahannya sempat mendapat tekanan terkait publikasi dokumen kasus tersebut sebelum akhirnya undang-undang yang mewajibkan pembukaan dokumen ditandatangani.





