Megapolitan

‎Di Tengah Wacana Perubahan Status, Angkasa Pura Fokus Jaga Operasional BIJB Kertajati‎‎

×

‎Di Tengah Wacana Perubahan Status, Angkasa Pura Fokus Jaga Operasional BIJB Kertajati‎‎

Sebarkan artikel ini

Majalengka, TINTAHIJAU.com – Di tengah menguatnya wacana tukar guling Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati serta rencana penetapan sebagai kawasan Pertahanan Nasional, Angkasa Pura menegaskan komitmennya untuk tetap menjaga operasional dan aktivitas penerbangan di bandara tersebut.‎‎

Executive General Manager BIJB Kertajati, Nuril Huda, menyatakan bahwa Angkasa Pura saat ini masih diamanahkan sebagai operator bandara dan akan tetap menjalankan tugas tersebut secara optimal sambil menunggu kejelasan kebijakan dari pemerintah.

‎‎“Selama kami masih diberikan amanah sebagai operator, fokus kami adalah memastikan bandara tetap beroperasi dengan baik dan memberikan layanan maksimal,” kata Nuril, Sabtu (7/2/2026).‎‎

Menurut Nuril, pembahasan terkait tukar guling maupun perubahan fungsi bandara sepenuhnya berada dalam kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai pemegang saham mayoritas BIJB. Angkasa Pura, lanjut dia, hanya bertindak sebagai operator yang mengikuti ketentuan regulator.‎‎

Meski dihadapkan pada ketidakpastian arah kebijakan, Angkasa Pura terus menggenjot upaya untuk menghidupkan lalu lintas penerbangan di Kertajati.

Sejumlah langkah dilakukan, mulai dari komunikasi intensif dengan maskapai, keikutsertaan dalam slot conference, hingga penyelenggaraan Travel Fair Umrah 2026.‎‎ “Ini bagian dari strategi kami agar Kertajati tetap ramai dan diminati maskapai maupun masyarakat,” ujarnya.‎‎

Saat ini, BIJB Kertajati melayani penerbangan internasional rute Singapura dengan maskapai Scoot dua kali dalam sepekan. Selain itu, kehadiran maskapai baru untuk penerbangan umrah diharapkan dapat menambah pergerakan pesawat di bandara tersebut.‎‎

Nuril mengakui, penerbangan domestik masih belum menunjukkan pertumbuhan signifikan. Namun, pihaknya tetap optimistis potensi Kertajati dapat dikembangkan, mengingat bandara ini memiliki landasan pacu yang mampu melayani pesawat berbadan lebar.‎‎

Ia juga menilai Bandara Kertajati dan Bandara Husein Sastranegara dapat dikembangkan secara sinergis.

Menurutnya, keterbatasan fasilitas di Bandung dapat dilengkapi oleh kapasitas yang dimiliki Kertajati.

‎‎“Setiap bandara punya kelebihan masing-masing. Tinggal bagaimana kebijakan pemerintah memaksimalkan potensi tersebut,” pungkasnya.