SUBANG, TINTAHIJAU.COM- Dinding SPPG Dangdeur 08 tak lagi sekadar tembok pembatas. Sentuhan warna biru–hijau, karakter siswa, ilustrasi menu makanan, hingga pesan gizi kini memenuhi ruang melalui karya mural komunitas One Art Subang. Dapur MBG itu pun berubah wajah: lebih hidup, hangat, dan terasa ramah bagi anak-anak.
Karya grafiti menghiasi bagian luar hingga dalam bangunan. Setiap goresan bukan hanya memperindah visual, tetapi juga membawa pesan kuat tentang pentingnya pemenuhan gizi anak sekolah, semangat kebersamaan, serta pelayanan publik yang semakin dekat dengan masyarakat.
Direktur Utama PT TNR Mitra Utama, Niko Rinaldo, menyebut kolaborasi tersebut sebagai bagian dari agenda Creative Day yang mempertemukan dapur SPPG Dangdeur 08 dengan energi komunitas seni lokal.
Menurutnya, keberhasilan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak cukup hanya bertumpu pada kualitas makanan. Pendekatan yang menyenangkan dan ramah anak juga menjadi kunci agar program benar-benar diterima serta dicintai masyarakat, terutama para siswa sebagai penerima manfaat utama.
“Selain kualitas makanan yang harus terjaga, dapur juga dituntut berinovasi agar program MBG terasa dekat dan menyenangkan bagi anak-anak,” ujarnya.
Ia menegaskan, dapur MBG tidak boleh berjarak dengan warga. Justru harus hadir sebagai ruang yang terbuka, memperbaiki perspektif publik terhadap pelayanan gizi, sekaligus masuk ke dalam kehidupan sosial masyarakat. Melalui mural, dapur MBG diharapkan tampil bukan hanya sebagai tempat memasak, tetapi juga ruang kreatif yang menumbuhkan rasa memiliki.
“Kami ingin dapur MBG bukan hanya memberi makan, tetapi juga menghadirkan harapan—bahwa setiap anak berhak tumbuh sehat dalam lingkungan yang ramah dan membahagiakan,” tegas Niko.
Kolaborasi ini disambut hangat oleh para seniman. Dudi, salah satu kreator grafiti yang terlibat, mengaku keterlibatan komunitas mural bersama SPPG menjadi pengalaman pertama sekaligus momentum penting bagi pelaku seni lokal untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan sosial.
“Ini pertama kalinya komunitas mural dilibatkan langsung oleh SPPG. Kami senang karena seni bisa ikut berperan dalam pembangunan, terutama menghadirkan ruang yang lebih ramah bagi anak-anak,” katanya.
Ia berharap kerja sama serupa dapat terus berlanjut sehingga ruang-ruang publik menghadirkan wajah baru yang lebih segar, kreatif, dan bermakna bagi masyarakat.
“Mudah-mudahan kolaborasi seperti ini terus berlanjut. Semakin banyak ruang publik yang ramah anak, semakin kuat pula pesan bahwa masa depan mereka benar-benar dijaga,” tambahnya.
Sentuhan warna di dapur MBG Dangdeur 08 akhirnya menghadirkan makna lebih luas. Tempat tersebut bukan lagi sekadar ruang produksi makanan bergizi, tetapi juga ruang tumbuhnya kreativitas, partisipasi, dan harapan bagi generasi muda Subang.





