Pemerintahan

TNI Siapkan 8.000 Personel untuk Misi Kemanusiaan ke Gaza, Keberangkatan Tunggu Keputusan Presiden

×

TNI Siapkan 8.000 Personel untuk Misi Kemanusiaan ke Gaza, Keberangkatan Tunggu Keputusan Presiden

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen Donny Pramono menyatakan pengiriman pasukan ke Jalur Gaza, Palestina, masih dalam tahap persiapan. (Sumber: Tatan Syuflana/Associated Press)

JAKARTA, TINTAHIJAU.com — Rencana pengiriman pasukan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) ke wilayah konflik di Timur Tengah masih menunggu keputusan akhir pemerintah. Hingga kini, persiapan internal militer terus berjalan sambil menanti arahan Presiden Republik Indonesia terkait langkah tersebut.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan TNI Siapkan 8.000 Personel untuk Misi Kemanusiaan ke Gaza, Keberangkatan Tunggu Keputusan Presidenarat, Donny Pramono, menyampaikan bahwa rencana pengiriman pasukan ke Jalur Gaza, Palestina, masih berada pada fase penyiapan. Menurut dia, keputusan akhir sepenuhnya berada di tangan Presiden RI Prabowo Subianto.

Donny mengungkapkan, hingga saat ini belum ada kepastian mengenai waktu keberangkatan pasukan. Meski demikian, TNI AD menargetkan seluruh kekuatan yang disiapkan sudah dalam kondisi siap diberangkatkan paling lambat pada Juni 2026.

“Di internal TNI sendiri, Rapat Penyiapan Satgas Perdamaian dan Kemanusiaan Indonesia yang digelar hari ini (12 Februari 2026) di Mabes TNI, baru sampai tahap menetapkan bahwa pasukan disiapkan dalam format brigade komposit berjumlah 8.000 personel,” kata Donny Pramono seperti yang dimuat di laman KompasTV, dikutip Sabtu (14/2/2026).

Ia menambahkan, TNI telah menyusun garis waktu (timeline) terkait tahapan pemberangkatan pasukan. Salah satu agenda terdekat adalah pelaksanaan gelar pasukan yang direncanakan berlangsung pada akhir Februari 2026.

Kendati demikian, Donny menegaskan bahwa kesiapan militer tidak serta-merta berarti pasukan dapat langsung diberangkatkan. Keputusan tersebut tetap bergantung pada kebijakan politik negara serta mekanisme internasional yang berlaku.

“Adapun timeline yang disusun adalah: pemeriksaan kesehatan dan penyiapan administrasi hingga Februari, gelar kesiapan pasukan pada akhir Februari,” ujarnya.

“Sekitar 1.000 personel ditargetkan dalam kondisi siap berangkat awal April 2026, dan seluruh elemen 8.000 personel ditargetkan siap berangkat paling lambat akhir Juni 2026.”