Ragam

Jabat Waketum APUDSI, Bezie Galih Manggala Fokus Dorong Ekonomi Perdesaan

×

Jabat Waketum APUDSI, Bezie Galih Manggala Fokus Dorong Ekonomi Perdesaan

Sebarkan artikel ini

SUBANG, TINTAHIJAU.COM — Rakeyan Nuswajati Bezie Galih Manggala kembali dipercaya mengemban mandat sebagai Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang II – Peningkatan Ekonomi Perdesaan di Majelis Kesejahteraan Nasional Asosiasi Pelaku Usaha Desa Seluruh Indonesia (APUDSI).

Penetapan tersebut berlangsung dalam forum Hari Ulang Tahun ke-1 dan Rapat Koordinasi Nasional APUDSI pada 14 Februari 2026 di Jakarta. Kepercayaan ini melanjutkan peran Bezie sebelumnya saat memimpin Bidang Sumber Daya Manusia dan Pengembangan Desa.

Pada periode sebelumnya, ia mendorong perubahan pendekatan organisasi dari pelatihan seremonial menuju penguatan kapasitas berbasis kebutuhan pasar. Program vokasi dihubungkan dengan rantai distribusi, kepemimpinan desa diperkuat melalui jejaring nasional, serta sumber daya manusia diposisikan sebagai fondasi ekonomi.

Kini, fokus kerja diarahkan pada penguatan mesin pertumbuhan ekonomi desa.
“Desa tidak boleh berhenti di tahap pemberdayaan. Desa harus masuk ke sistem ekonomi nasional dan global sebagai pelaku utama,” ujar Bezie usai forum nasional tersebut.

Selain aktivitas di tingkat nasional, Bezie juga memiliki pengalaman dalam forum internasional sebagai host dan moderator, termasuk memoderatori Sidang Utama Muktamar Sufi Internasional serta forum lintas negara yang mempertemukan pelaku usaha, pemimpin komunitas, dan pengambil kebijakan.

Ia juga pernah menjabat sebagai Wakil Direktur Radio PPI Dunia yang memimpin siaran pemuda Indonesia di lebih dari 32 negara, pengalaman yang membentuk kapasitas komunikasi lintas budaya dan diplomasi publik.

Di tingkat komunitas, Bezie pernah memimpin Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama Kabupaten Subang dengan fokus pada penguatan ekonomi berbasis nilai sosial dan jaringan keumatan, termasuk dukungan terhadap UMKM dan komoditas desa.

Dalam sektor investasi, ia menjabat sebagai General Manager di LDN Capital yang mengembangkan strategi aset riil dan agrikultur berkelanjutan, termasuk perancangan struktur pembiayaan bagi proyek berbasis komoditas dan komunitas

Ia juga terlibat dalam penyusunan blueprint penguatan ekonomi desa melalui Nuscorp, terutama dalam integrasi rantai nilai global serta inisiatif perdagangan dan investasi yang menghubungkan produk desa Indonesia dengan pasar Eropa.

“Ekonomi desa tidak bisa dibangun dengan pendekatan karitatif. Ia harus dirancang sebagai sistem. Produksi, pembiayaan, dan distribusi harus terhubung. Jika rantai nilainya utuh, desa akan berdaya secara mandiri,” tegasnya.

Mandat baru tersebut hadir di tengah kebutuhan penguatan ekonomi berbasis wilayah, di mana desa dipandang sebagai simpul produksi, inovasi, ketahanan pangan, dan komoditas nasional.

Dengan pengalaman dari tingkat komunitas hingga internasional, Bezie menegaskan visi untuk menghubungkan desa dengan dunia tanpa meninggalkan akar kulturalnya.