JAKARTA, TINTAHIJAU.com – Kementerian Agama akan mengadakan Sidang Isbath pada Selasa, 17 Februari 2026, guna menetapkan awal Ramadan 1447 Hijriah. Forum resmi tersebut menjadi penentu kapan umat Islam di Indonesia mulai menjalankan ibadah puasa.
Sidang Isbath merupakan mekanisme yang digunakan pemerintah untuk memastikan awal bulan Ramadan melalui dua pendekatan, yakni perhitungan astronomi (hisab) dan pemantauan hilal (rukyat). Kedua metode tersebut akan dikaji bersama sebelum keputusan diumumkan secara resmi kepada publik.
“Hasil hisab dan rukyat akan kami bahas bersama. Keputusan akhir disampaikan kepada masyarakat agar menjadi pedoman bersama umat Islam di Indonesia,” ujar Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad seperti yang dirangkum dari lama rri.co.id, Senin (16/2/2026).
Sidang dijadwalkan berlangsung pada sore hari mulai pukul 17.00 WIB. Selain jajaran Kementerian Agama, forum tersebut juga melibatkan berbagai unsur lembaga negara dan organisasi keagamaan.
Sejumlah pihak yang akan hadir di antaranya Ketua Komisi VIII DPR RI, perwakilan Mahkamah Agung, Majelis Ulama Indonesia (MUI), serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. Turut diundang pula Badan Informasi Geospasial, Badan Riset dan Inovasi Nasional, Observatorium Bosscha milik ITB, serta Planetarium Jakarta.
Perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam, pondok pesantren, dan Tim Hisab Rukyat Kemenag juga dijadwalkan mengikuti sidang tersebut.
Keterlibatan berbagai lembaga tersebut mencerminkan pendekatan kolektif dan berbasis ilmiah dalam proses penetapan awal Ramadan. Hasil Sidang Isbath nantinya diharapkan menjadi pedoman yang dapat diterima umat Islam di seluruh Indonesia.





