Ragam

Penguatan Rebana, Subang Siap Jadi Motor Pertumbuhan Industri dan Logistik Jawa Barat

×

Penguatan Rebana, Subang Siap Jadi Motor Pertumbuhan Industri dan Logistik Jawa Barat

Sebarkan artikel ini

SUBANG, TINTAHIJAU.COM – Sekretaris Daerah Kabupaten Subang H. Asep Nuroni, S.Sos., M.Si menghadiri undangan Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi di Aula Gemah Ripah Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (26/06/2026).

Agenda tersebut membahas capaian pembangunan Koridor Ekonomi Masa Depan Jawa Barat 2025–2026 dengan fokus utama penguatan Kawasan Rebana sebagai pusat pertumbuhan baru.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat mencatat realisasi investasi 2025 sebesar Rp296,8 triliun atau 109,9 persen dari target, menjadikan Jawa Barat sebagai provinsi dengan realisasi investasi tertinggi di Indonesia. Capaian ini menjadi modal besar dalam percepatan pengembangan Kawasan Rebana.

Dalam pertemuan tersebut, Pemprov Jabar menggelar sejumlah agenda strategis, di antaranya kesepakatan bersama pemerintah kabupaten/kota dan mitra di wilayah Rebana, komitmen pencegahan pertambangan ilegal, pakta integritas usaha pertambangan, kerja sama pengelolaan sampah Sarimukti, serta pengelolaan sampah regional berkelanjutan.

Kepala Pelaksana Badan Pengelola Kawasan Rebana, Helmy Yahya, menegaskan bahwa pembangunan Koridor Ekonomi Rebana merupakan masa depan Jawa Barat. Kawasan Metropolitan Rebana mencakup tujuh kabupaten/kota yang diproyeksikan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi berbasis industri dan logistik.

Tujuh daerah tersebut meliputi Kabupaten Subang yang difokuskan pada pengembangan industri dan Pelabuhan Patimban, Kabupaten Indramayu (industri dan pertanian), Kabupaten Majalengka (industri dan Bandar Udara Internasional Jawa Barat Kertajati), Kabupaten Sumedang (penyangga infrastruktur), Kabupaten Kuningan (pengembangan wilayah), Kabupaten Cirebon (industri dan logistik), serta Kota Cirebon (perdagangan dan jasa).

Pengembangan kawasan ini diperkuat oleh Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2021 yang menjadi payung percepatan pembangunan ekonomi Jawa Barat bagian utara.

“Rebana ini proyeksi ekonomi yang sangat luar biasa. Satu-satunya provinsi yang punya Rebana adalah Jawa Barat. Tugas kami menguatkan setiap kepala daerah di Rebana agar semakin terlibat, termasuk mendorong BUMD menjalin kerja sama strategis,” ujar Helmy.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa Rebana merupakan kawasan strategis yang terintegrasi dengan jaringan tol, bandara, pelabuhan, dan kawasan industri, sehingga menjadi simpul pertumbuhan ekonomi baru yang terhubung secara nasional maupun global.

Bagi Kabupaten Subang, penguatan Rebana menjadi momentum strategis. Keberadaan Pelabuhan Patimban dan kawasan industri menjadikan Subang sebagai gerbang ekspor-impor baru sekaligus pusat logistik nasional yang terhubung langsung dengan pasar internasional.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga menyoroti penataan sektor pertambangan agar lebih berkeadilan dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat sekitar, termasuk jaminan asuransi kesehatan dan keselamatan kerja bagi pekerja tambang.

Selain itu, Pemprov Jabar mendorong pengelolaan sampah berbasis energi listrik (waste-to-energy) melalui insinerasi sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan yang terintegrasi dengan pengembangan kawasan industri Rebana.
“Kita punya jalan yang bagus, industri yang bagus, tambang yang dikelola dengan baik, pembangunan yang saling bersimbiosis mutualisme—masyarakat Jawa Barat menyebutnya dengan filosofi silih asah, silih asih, silih asuh,” ujar Gubernur.

Dengan penguatan kolaborasi lintas daerah dan dukungan regulasi nasional, Kawasan Rebana diproyeksikan menjadi episentrum pertumbuhan ekonomi baru Indonesia, dengan Subang sebagai salah satu motor utamanya.